Aplikasi Moselo Permudah Cari Penyedia Jasa Kreatif

Kompas.com - 08/05/2018, 15:28 WIB
(ki-ka) COO Moselo, Erwin Andreas; CEO dan founder Moselo, Richard Fang; serta CTO Moselo, Ritchie Nathaniel KOMPAS.com/Yoga H. Widiartanto(ki-ka) COO Moselo, Erwin Andreas; CEO dan founder Moselo, Richard Fang; serta CTO Moselo, Ritchie Nathaniel

JAKARTA, KOMPAS.com - Startup digital Moselo meluncurkan aplikasi Android dan iOS. Aplikasi ini berfungsi mempertemukan penyedia layanan jasa industri kreatif dengan orang-orang yang membutuhkannya. Misalnya saat mencari fotografer, desainer, make-up artist dan lainnya.

CEO sekaligus founder Moselo, Richard Fang mengatakan, dirinya mendirikan Moselo karena merasa sulit sekali untuk bisa menemukan dan memilih layanan jasa yang tepat.

Pasalnya, semua tersebar di media sosial seperi Instagram dan harus dikontak satu per satu agar calon pengguna bisa mendapatkan informasi mengenai layanan tersebut.

"Selanjutnya ada proses menanyakan harga di WA atau Line. Ada juga dari e-mail. Proses ini panjang banget, apalagi kalau banyak vendor yang ditanya akan butuh waktu lama. Waktu itu saya sampai bikin excel untuk mendata dan membandingkan vendor," ceritanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Karena itu, menurut Richard, dia mulai membuat Moselo sebagai marketplace jasa kreatif, jadi tempatnya mencari segala sesuatu yang kreatif. Di dalam Moselo pengguna bisa melihat informasi penyedia layanan jasa, mulai dari fotografer, desainer, DJ di sini. Selain itu pengguna juga bisa mengobrol lebih dulu dengan penyedia layanan itu sebelum memesan jasanya.

Baca juga: 2018, Belanja Aplikasi Diprediksi Capai Rp 1.483 Triliun

Menariknya, proses pembayaran jasa tersebut tidak dilakukan langsung kepada penyedia layanan. Moselo menggunakan sistem escrow, yakni pembayaran akan dimediasi melalui perusahaan. Seandainya terjadi masalah, perusahaan juga bisa menengahi atau menunda pembayaran tersebut.

Richard mengatakan, sebenarnya dia sudah merilis Moselo di Google Play Store dan iOS sejak 2017 lalu. Dia mengklaim saat ini sudah berhasil membesarkan penggunanya hingga 10.000 orang, dan total ada 1.000 penyedia jasa yang bergabung dalam aplikasi.

"Targetnya tahun ini pengguna bisa naik hingga 75.000 orang dan penyedia jasanya naik sampai 10 persen," ujar Richard.

Peluang masih besar

Richard menceritakan potensi industri kreatif di Indonesia sebenarnya masih sangat besar. Dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) saja, total nilai industri tersebut dapat mencapai Rp 10 triliun.

"Itu baru industri kreatif dari aspek tertentu, seperti fotografi dan desain. Tapi aspek beauty (seperti make-up artist) belum dihitung. Nah, ini yang menurut kami masih sangat besar peluang untuk mendapatkan market. Kalau bisa tap (dapat) 10 persen-nya saja besar," terangnya.

Moselo sendiri diklaim sebagai layanan unik yang belum memiliki pesaing di Tanah Air. Secara tidak langsung pesaingnya adalah Freelancer.com atau Bridestory, yang juga merupakan pasar online untuk mencari layanan jasa.

"Kami yakin berbeda karena chat-commerce seperti ini belum ada yang pakai. Ke depan kami akan mengembangkan untuk layanan yang benar-benar unik, misalnya seperti kemarin ada make-up artist yang khusus untuk Halloween," pungkasnya.

Moselo bisa diunduh gratis di Google Play Store di tautan berikut ini. Untuk pengguna iOS, Moselo bisa diunduh di App Store melalui tautan berikut ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X