Alih-alih Trailer, Sony Pictures Justru Unggah Film Penuh di YouTube

Kompas.com - 04/07/2018, 18:20 WIB
Logo Sony Pictures SonyLogo Sony Pictures

KOMPAS.com - Sudah menjadi umum jika sebelum penayangan perdana film, produsen merilis lebih dulu sebuah trailer atau cuplikan filmnya untuk menarik perhatian penonton.

Namun sepertinya, perusahaan hiburan ternama Sony Pictures Entertainment sedikit apes saat meluncurkan trailer film baru berjudul "Khali the Killer" di YouTube.

Bukannya menampilkan cuplikan adegan film, kanal YouTube resmi Sony Picture Entertainment justru menayangkan keseluruhan film tersebut.

Padahal di bagian bawah trailer, tertulis jelas "KHALI THE KILLER: OFFICIAL RED BAND TRAILER Now on DVD & Digital", yang dimaksudkan jika film ini hanya akan tersedia di DVD dan platform digital.

Pasalnya, film ini memang hanya akan bisa dinikmati melalui streaming di platform Vudu dan beberapa bisokop tertentu saja. Sebenarnya, film ini telah rilis tahun 2017 lalu dalam format DVD, alih-alih menayangkanya di bioskop lebih dulu.

Film berdurasi satu setengah jam tersebut terpampang di YouTube berjam-jam setelah diunggah, sebelum akhirnya dicabut Sony Pictures.

Tangkapan layar film Khali the Killer saat masih belum dicabut Sony PicturesThe Verge Tangkapan layar film Khali the Killer saat masih belum dicabut Sony Pictures

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana bisa terjadi?

Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari Sony. Hal itu menimbulkan beragam spekulasi, termasuk mereka yang menganggap jika kecelakaan ini hanyalah akal-akalan marketing untuk meningkatkan promosi.

Beberapa pengguna Reddit mengungkapkan hal tersebut. Namun, mengingat kejadian peretasan besar-besaran 2014 silam, sepertinya kecerobohan ini tidak terlalu mengejutkan.  Untuk diketahui, tahun 2014 silam, ribuan data personal pegawain Sony Picture diretas oleh hakcer asal Korea Utara.

Baca juga: Korut Dipastikan sebagai Dalang Peretasan Sony Pictures

Kendati demikian, kesalahan teknis juga bisa saja terjadi. Dirangkum KompasTekno dari Ars Tehcnica, Rabu (4/7/2018), kemungkinan pegawai yang bertanggung jawab mengunggah trailer masih belum berpengalaman.

Bisa saja, secara tidak sengaja, ia menyalin nomor ID video yang salah dari repositori internal ke alat pulikasi khusus yang bisa mengunggah banyak video setiap harinya melalui Data API YouTube dan platform lainnya.

Namun, tetap saja, sebelum ada pihak Sony Picture Entertainment yang buka suara, spekulasi ini masih belum bisa dibuktikan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.