Setop Bisnis Ponsel Andromax, Smartfren Fokus Bangun Jaringan 4G

Kompas.com - 25/10/2018, 10:02 WIB
Model memamerkan smartphone Andromax A2 dan modem MiFi M5 dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (27/9/2017). Oik Yusuf/ KOMPAS.comModel memamerkan smartphone Andromax A2 dan modem MiFi M5 dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Penulis Oik Yusuf
|

PALEMBANG, KOMPAS.com - Smartfren sedang giat membangun jaringan 4G LTE. Operator seluler yang baralih dari CDMA ke GSM untuk 4G ini mengaku menganggarkan dana senilai 200 juta dollar AS atau Rp 3 triliun untuk keperluan ekspansi jaringan di wilayah operasionalnya di seluruh Indonesia.

Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra menuturkan bahwa sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk pengembangan jaringan 4G LTE, lantaran Smartfren tak lagi mengembangkan perangkat smartphone Andromax.

“Dulu ada device (Andromax), tapi sekarang tidak ada. Jadi, porsi paling besarnya pasti jaringan,” ujar Roberto ketika dijumpai di sela acara 4G Plus Network Experience Smartfren di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/10/2018).

Smartfren pada pertengahan tahun ini memang telah mengumumkan bahwa pengembangan smartphone seri Andromax besutannya telah dihentikan, untuk fokus kepada bisnis inti sebagai operator seluler.

Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra.KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra.
Dulu, Andromax dijagokan sebagai perangkat terjangkau untuk memigrasikan para pelanggan ke 4G LTE, dalam masa transisi ketika Smartfren berpindah dari teknologi CDMA. Lini perangkat Andromax pun akan dihentikan sepenuhnya pada 2019.

Baca juga: Smartfren Matikan Andromax Pertengahan 2019

Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo mengatakan anggaran 200 juta dollar AS untuk pengembangan jaringan 4G LTE dialokasikan untuk belanja modal selama 2017 hingga 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Besarnya berbeda-beda untuk tiap tahun. Tergantung kebutuhan pengembangan jaringan di tahun itu,” kata Munir.

70 persen populasi

Munir juga mengatakan bahwa salah satu upaya pengembangan jaringan Smartfren adalah dengan menambah Base Transceiver Station (BTS).

Pada 2020, pembangunan BTS 4G Smartfren ditargetkan bisa 150 persen lebih banyak dibandingkan tahun 2017. Hingga kuartal II-2018, Smartfren mengklaim sudah memiliki 16.000 BTS.

“Kami menargetkan pada akhir 2018 sudah bisa menjangkau 70 persen populasi Indonesia. Khusus di Pulau Jawa kami berharap bisa mencapai 90 persen populasi,” kata Munir.

Smartfren memiliki jaringan 4G LTE di sekitar 200 kota di empat pulau besar Indonesia yang menjadi wilayah operasionalnya, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Belakangan, Smartfren mulai menggelar layanan 4G LTE Plus yang diklaim lebih kencang dan stabil di kota-kota besar utama di Indonesia, antara lain Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Jambi, Palembang, Lampung, dan Bangka di pulau Sumatera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.