Bocoran Jadwal Rilis dan Harga Ponsel Layar Lipat Samsung

Kompas.com - 14/11/2018, 06:57 WIB
Konsep ponsel layar lipat Samsung dengan Infinity Flex Display yang bisa berubah dari smartphone menjadi tablet. The VergeKonsep ponsel layar lipat Samsung dengan Infinity Flex Display yang bisa berubah dari smartphone menjadi tablet.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Pekan lalu, setelah sempat dirumorkan selama bertahun-tahun, Samsung akhirnya memamerkan ponsel layar lipatnya ke publik.

Namun sang raksasa Korea Selatan itu masih belum mengungkapkan kapan sang perangkat dengan layar Infinity Flex Display ini bakal hadir di pasaran.

Belakangan muncul bocoran yang mengatakan bahwa Samsung akan mengumumkan perkembangan lebih jauh dari ponsel layar lipatnya pada gelaran Mobile World Congress 2019, akhir Februari tahun depan.

Baca juga: Samsung Resmi Kenalkan Ponsel Layar Lipat, Begini Cara Kerjanya

Kemudian, seperti dirangkum KompasTekno dari Yonhap, Rabu (14/11/2018), Samsung diprediksi akan merilis ponsel layar lipat tak lama setelahnya, pada  bulan Maret 2018.

Bocoran yang sama turut memuat informasi harga ponsel layar lipat Samsung. Banderolnya disebutkan mencapai 2 juta won atau sekitar Rp 26 juta di Korea Selatan.

Kendati mungkin terasa mahal buat kebanyakan konsumen, Samsung agaknya merasa percaya diri dengan prospek ponsel layar lipatnya di pasaran.

Bos Samsung Mobile, DJ Koh, pekan ini sempat menyatakan pihaknya bakal membuat paling tidak 1 juta unit ponsel layar lipat untuk tahap awal. Jumlah lebih banyak bisa dibuat, tapi Samsung akan menilai respon pasar dulu.

Baca juga: Samsung Janji Bikin 1 Juta Smartphone Layar Lipat

Dalam keadaan dibentangkan, ponsel lipat Samsung memiliki layar Super AMOLED selebar 7,3 inci (2.152 x 1.536 piksel, aspect ratio 4,2:3) atau seukuran tablet kecil.

Ketika dilipat, ukuran layarnya menciut jadi 4,6 inci dengan  resolusi 1.960 x 840 piksel dan aspect ratio 21:9. Bentuknya pun berubah dari tablet menjadi serupa smartphone.

Ponsel layar lipat Samsung kabarnya tidak mendukung konektivitas 5G. Fitur itu diduga bakal disimpan untuk salah satu varian ponsel flagship Galaxy S10 dari sang pabrikan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Yonhap
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X