YouTuber, "Powerful Generation", dan Galaxy Note 9 - Kompas.com

YouTuber, "Powerful Generation", dan Galaxy Note 9

Kompas.com - 21/11/2018, 15:45 WIB
Memakai Hanbok sambil berkeliling Insadong, Seoul, Korea Selatan. Lulu Cinantya/kompas.com Memakai Hanbok sambil berkeliling Insadong, Seoul, Korea Selatan.

SEOUL, KOMPAS.com - Di era media sosial seperti sekarang, tak ada alasan untuk membatasi diri dalam berkarya dan berkespresi. Layanan semacam YouTube, Instagram, Soundcloud, dan Twitter, menjadi wadah untuk unjuk talenta.

Michael Prajanto (24) dari channel YouTube Nerd Reviews adalah salah satu contoh anak muda yang memanfaatkan media sosial dan perkembangan teknologi untuk menjadi generasi tangguh atau diistilahkan “ Powerful Generation”.

Mulanya kuliah di jurusan farmasi, belakangan Michael justru banting stir menjadi YouTuber untuk channel bertema teknologi. Menurut dia, tak ada yang tak mungkin jika mau belajar dan beradaptasi dengan hal-hal baru.

Lakonnya sebagai YouTuber dijalani sejak 2015 bersama sahabatnya, Rizky Ramadhani. Kala itu mereka masih kuliah dan tak punya banyak modal untuk membeli kamera dan komputer kelas kakap.

Batasan-batasan tersebut tak dijadikan alasan untuk berhenti berusaha mengejar mimpi. Berbekal perlengkapan seadanya, pelan-pelan channel YouTube Nerd Reviews menarik perhatian khalayak hingga kini subscriber-nya mencapai 95.000.

“Kalau sekarang sudah lebih mudah karena perkembangan teknologi membuat semuanya lebih praktis,” kata Michael pada KompasTekno.

Michael menceritakan pengalamannya mengandalkan Samsung Galaxy Note 9 selama enam hari di Seoul, Korea Selatan, dalam rangkaian program “TechTrip” beberapa saat lalu.

Samsung Galaxy Note 9 dipakai untuk membidik foto dalam berbagai kondisi, merekam video, menerjemahkan tulisan asing, dan melakukan kegiatan multitasking lainnya selama berlibur.

Samsung Galaxy Note 9 untuk “Powerful Generation”

Michael tak menampik bahwa kamera profesional masih dibutuhkan untuk membuat video berkualitas. Namun, dalam skenario liburan, kamera profesional yang besar akan meruwetkan aktivitas.

Berbeda dengan smartphone yang berukuran kecil. Jika menemukan objek yang pas untuk difoto atau direkam, cukup keluarkan perangkat dari saku celana.

“Selama ini gue selalu pesimis dengan kualitas video dan audio di smartphone. Nyatanya, footage dari Galaxy Note 9 benar-benar layak untuk vlogging, apalagi pas ditambah alat bantu semacam gimbal,” kata dia.

Bertandang ke Yongsan Electronic Market, area ritel elektronik terbesar di Seoul.Lulu Cinantya/Kompas.com Bertandang ke Yongsan Electronic Market, area ritel elektronik terbesar di Seoul.

Galaxy Note 9 mengusung konfigurasi kamera ganda (dual-camera) dengan resolusi 12 megapiksel untuk membidik sudut lebar (wide-angle) dan subjek jarak jauh (telephoto). Gabungan keduanya mampu menghadirkan hasil foto bokeh, layaknya memakai kamera profesional.

Bukan cuma itu, kamera Galaxy Note 9 juga memiliki lensa berbukaan ganda (dual-aperture) F/2.4 dan F/1.5 untuk memastikan hasil foto tetap apik dalam berbagai kondisi cahaya.

“Performa low-light pastinya masih belum bisa dibandingin dengan dedicated camera seperti mirrorless yang sehari-hari gue pakai. Namun, itu cuma berlaku kalau dilihat di layar besar,” kata Michael.

“Selama digunakan untuk upload ke media sosial yang toh dilihatnya di layar ponsel juga, detail dan noise level kamera utama Galaxy Note 9 dengan aperture F/1.5 lebih dari cukup,” ia menambahkan.

Galaxy Note 9 bisa diandalkan untuk memotret dan vlogging, menggantikan kamera profesionalLulu Cinantya/kompas.com Galaxy Note 9 bisa diandalkan untuk memotret dan vlogging, menggantikan kamera profesional

Tak lupa pula, Galaxy Note 9 sudah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI) melalui fitur “Scene Optimizer”. Prinsipnya, Scene Optimizer mampu mendeteksi 20 objek foto dengan cepat.

Selanjutnya, AI bakal otomatis menyesuaikan pengaturan warna foto sesuai objeknya. Misalnya saja ketika membidik makanan, maka warna akan disesuaikan sehingga tampak lebih menggiurkan.

Perbandingan hasil foto kamera Galaxy Note 9 dengan penyetelan AI dan non-AI.Fatimah Kartini Bohang/Kompas.com Perbandingan hasil foto kamera Galaxy Note 9 dengan penyetelan AI dan non-AI.

Baterai dan memori andal

Jika kamera sudah mumpuni untuk foto dan video, maka pertanyaan selanjutnya adalah kemampuan baterai dan memori. Dua hal tersebut wajib untuk menunjang aktivitas “Powerful Generation” yang aktif dan dinamis.

Michael merasa terbantu dengan spesifikasi serba jumbo di Galaxy Note 9. Baterainya berkapasitas 4.000 mAh, sehingga bisa dipakai seharian tanpa harus repot cari colokan atau powerbank.

Jikapun baterai habis karena pemakaian yang terlalu intens, pengisian daya tak memakan waktu lama. Michael cuma butuh 1,5 jam untuk mengisi daya Galaxy Note 9 hingga penuh, berkat teknologi fast charging.

“Selama di Seoul nggak ada ceritanya Galaxy Note 9 yang saya bawa kehabisan baterai di tengah jalan, lalu nyari-nyari colokan atau powerbank. Seharusnya ini jadi hal lazim untuk semua perangkat flagship,” kata dia.

Memorinya sendiri bisa dibilang menjadi salah satu daya tarik utama Galaxy Note 9. Samsung tak tanggung-tanggung membekali ponselnya dengan memori 512GB dan masih bisa diekspansi menjadi 1TB dengan memori eksternal.

Dengan kapasitas sebesar itu, Michael tak perlu khawatir harus ganti memori di tengah perjalanan, apalagi galau harus menghapus foto atau video tertentu.

“Untuk penyimpanan, sebenarnya memori 128 GB pun tidak penuh-penuh untuk gue nyimpan foto-foto dan video. Galaxy Note 9 malah kasih 512 GB yang lebih mantap lagi untuk ke depan-depannya,” ia menuturkan.

Baca juga: Galaxy Note 9 Gantikan Kamera Profesional dan Laptop Selama Liburan

Galaxy Note 9 jadi PC berjalan

Samsung DeX memberikan pengalaman menjajal PC dari Galaxy Note 9.Lulu Cinantya/kompas.com Samsung DeX memberikan pengalaman menjajal PC dari Galaxy Note 9.

Selain berperan sebagai pengganti kamera profesional, Galaxy Note 9 juga digadang-gadang mampu menggantikan peran laptop untuk situasi dan kondisi tertentu.

Ketika berlibur, Michael cukup membawa ponselnya tersebut dan kabel HDMI. Ia lantas bisa menyambungkannya ke televisi hotel untuk melakukan beberapa kegiatan produktif.

Misalnya saja membuat presentasi kerjaan, update proposal, mengelola Instagram, dan multitasking ringan pada umumnya. Video pendek untuk Instagram Stories maupun linimasa pun bisa diedit dengan aplikasi mobile dan dilihat di monitor lebih besar berkat Samsung DeX.

“Jujur, rasanya mantap kalau liburan pun kita bisa ngantongin PC ke mana-mana, dan mengubah TV apa aja jadi PC,” ia menuturkan.

Samsung DeX tanpa Pad atau Station merupakan inovasi yang baru hadir di Galaxy Note 9. Sebelumnya, untuk merasakan pengalaman menjajal smartphone di layar desktop harus memerlukan alat tambahan.

Baca juga: Galaxy Note 9 Bisa Jadi Komputer Desktop Tanpa Alat Tambahan

Menurut Michael, resep utama menjadi “Powerful Generation” adalah niat dan tekad yang kuat untuk mengejar mimpi, terlepas dari berbagai rintangan yang ada.

Selain itu, dibutuhkan pula perangkat teknologi seperti Galaxy Note 9 yang membantu meningkatkan produktivitas dan keseruan di mana pun dan kapan pun.


Program TechTrip ini merupakan hasil kerja sama Kompas.com dan Samsung Indonesia dengan produk terbarunya, Galaxy Note 9 #powerfulgeneration.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X