Grab Dapat Suntikan Dana Rp 2 Triliun dari Konglomerat Thailand

Kompas.com - 01/02/2019, 08:37 WIB
Logo perusahaan teknologi penyedia aplikasi layanan on-demand Grab. KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Logo perusahaan teknologi penyedia aplikasi layanan on-demand Grab.

KOMPAS.com - Layanan ride-hailing asal Singapura, Grab baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar 200 juta dollar AS (sekitar Rp 2,8 triliun) dari perusahaan konglomerasi ritel asal Thailand, Central Group.

Pihak Grab mengonfirmasi pendanaan ini, dan mengatakan investasi tersebut bukan bagian dari pendanaan seri H yang sedang berlangsung. Melainkan investasi untuk bisnisnya di Thailand saja.

Lewat investasi ini, kedua perusahaan itu bakal bekerja sama dalam memperkuat layanan Grab di Thailand dengan mengintegrasikan operasi bisnis Central Group dengan layanan Grab.

Central Group sendiri menggarap bisnis di bidang restoran, hotel, pusat perbelanjaan (mal), dan properti yang tersebar di Thailand.

Untuk integrasi di ranah restoran, kedua perusahaan bakal memboyong restoran-restoran yang berada di bawah naungan Central Group, untuk menyediakan layanan pesan antar makanan di aplikasi Grab melalui GrabFood.

Baca juga: Microsoft Umumkan Investasi ke Grab

Pada aspek logistik, dua perusahaan itu bakal menyediakan layanan GrabExpress untuk pengiriman produk yang juga berada di toko offline cakupan Central Group.

Sementara untuk hotel, mal, dan properti, kedua perusahaan bakal menyediakan transportasi Grab untuk pelanggan pengunjung mal, tamu hotel, atau pemilik properti yang dibangun oleh Central Group.

Belum diketahui kapan kolaborasi Central Group dan Grab di Thailand bakal mulai berlangsung.

Namun, kerja sama strategis ini agaknya bertujuan untuk memperkuat operasi Grab demi berkompetisi dengan perusahaan ride-hailing asal Indonesia, Go-Jek, di negara Gajah Putih itu.

Di Thailand, Go-Jek sendiri (beroperasi dengan nama Get) masih sebatas layanan yang melibatkan ojek motor saja.

Tak menutup kemungkinan pihaknya bakal membawa layanan lain, seperti Go-Car, Go-Pay, dan layanan serupa di kemudian hari, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (1/2/2019).



Close Ads X