Tanda-tanda Pergeseran Bisnis Apple dari "Hardware" ke "Software"

Kompas.com - 08/03/2019, 06:53 WIB

KOMPAS.com — Apple lebih dikenal sebagai produsen hardware dengan deretan produk, dari lini iPhone, iPad, AirPods, Mac, SmartTV, HomePod, hingga lain sebagainya.

Ke depan, fokus bisnis Apple agaknya akan bergeser lebih banyak di sektor software. Indikasi ini terlihat dari lebih banyaknya jumlah lowongan pekerjaan untuk software engineer dan layanan (services) yang lebih banyak ketimbang hardware sejak kuartal III-2018.

Menurut situs data Thinknum, hal ini baru pertama kali terjadi di Apple, terhitung sejak kuartal pertama 2016.

Baca juga: Apple "Dihukum" Cuma Jadi Perusahaan Terinovatif ke-17

Salah satu jurnalis Thinknum, Joshua Fruhlinger, mengatakan bahwa data berasal langsung dari portal lowongan kerja Apple tanpa melibatkan situs pendaftaran pihak ketiga.

Ia mencoba menelusuri rekaman pendaftaran yang dibuka Apple sejak kuartal pertama 2016.
Timnya tidak menelusuri data sebelum 2016 sehingga tidak mengetahui apakah tahun-tahun sebelumnya Apple juga lebih banyak merekrut engineer untuk software atau tidak.

Apple memang sedang fokus untuk meningkatkan dan memperluas portofolionya untuk beberapa layanan, seperti App Store dan Apple Music, beberapa tahun belakangan, sebagaimana KompasTekno rangkum dari MacRumors, Kamis (7/3/2019).

Statistik perbandingan jumlah lowongan kerja Apple antara teknisi software dan hardware yang kini didominasi oleh teknisi software.Thinknum Statistik perbandingan jumlah lowongan kerja Apple antara teknisi software dan hardware yang kini didominasi oleh teknisi software.
Tak cuma itu, Apple juga disebut akan memperkenalkan portal berita berlanganan sendiri dan layanan video.

Fitur-fitur tersebut kabarnya akan diumumkan pada 25 Maret. Teknologi AI yang kian mutakhir dan penting di perangkat mobile juga kemungkinan menjadi alasan Apple untuk menambah tenaga di sektor software.

Baru-baru ini, Apple menunjuk John Giannandrea untuk mengepalai divisi AI dan mengembangkan machine learning serta teknologi asisten digital Siri.

iPhone lesu

Apple sedang mengalami masa-masa buruk, setidaknya dalam dua tahun terakhir. Pada kuartal terakhir, CEO Apple Tim Cook merilis kondisi terkini perusahaan kepada investor awal Januari lalu.

Baca juga: Penjualan iPhone Lesu, Apple Salahkan Program Ganti Baterai

Ia mengatakan lemahnya penjualan produk Apple, terutama di China, dan penjualan lini iPhone baru yang lesu tak sesuai prediksi.

Cook juga mengatakan ada rencana untuk menghentikan program rekrutmen pegawai di beberapa divisi. Belum lagi masalah sengketa Apple dengan Qualcomm yang berlarut-larut dan berakhir dengan kekalahan Apple dalam pengadilan di China dan Jerman.

Kekalahan tersebut mengharuskan Apple menarik sejumlah model iPhone lawas di kedua negara itu.

Baca juga: Demi Bisa Jualan di Jerman, Apple Rela Ganti Jeroan iPhone

Apple pun kabarnya akan fokus untuk membangun ekosistem layanan dan software untuk mendukung perangkat keras. Sebab inilah Apple membutuhkan banyak tenaga ahli di bidang software.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mac Rumors
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.