Penumpang Wajib Selfie, Grab Klaim Angka Kejahatan Turun 45 Persen

Kompas.com - 22/04/2019, 19:59 WIB
Keterangan foto (Ki-Ka) :
Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, Budi Wahyuni, Wakil Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Prisia Nasution, Aktris dan Atlet Pencak Silat, Bungsu Widowati, Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo, padas saat memperkenalkan dua fitur keamanan terbaru dari Grab, di sebuah acara di Jakarta, (22/4/2019).KOMPAS.com/Bill Clinten Keterangan foto (Ki-Ka) : Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, Budi Wahyuni, Wakil Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Prisia Nasution, Aktris dan Atlet Pencak Silat, Bungsu Widowati, Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo, padas saat memperkenalkan dua fitur keamanan terbaru dari Grab, di sebuah acara di Jakarta, (22/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Grab meluncurkan dua fitur keamanan baru berupa verifikasi akun penumpang melalui foto selfie, dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Fitur ini telah diuji coba sejak bulan Januari 2019 hingga Maret 2019 kepada setidaknya 50 persen pengguna Grab.

Selama masa uji coba yang berlangsung lebih kurang tiga bulan itu, perusahaan ride-hailing asuhan Anthony Tan ini mengklaim bahwa kasus kejahatan yang melibatkan pengemudi maupun penumpang menurun sekitar 45 persen.

Baca juga: Pengguna Grab Bakal Wajib "Selfie" Sebelum Naik Kendaraan

"Apapun kami lakukan untuk menurunkan (angka) kejahatan-kejahatan yang terjadi di platform kami, baik terhadap pengemudi maupun penumpang," ujar Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia.

Ilustrasi cara menggunakan verifikasi wajah di aplikasi GrabGrab Rilis Ilustrasi cara menggunakan verifikasi wajah di aplikasi Grab

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal berapa persisnya jumlah kasus kejahatan yang melibatkan penumpang atau pengendara Grab, baik dalam masa uji coba maupun sebelum kemunculan fitur verifikasi via selfie.

Bela diri untuk driver perempuan

Selain meluncurkan fitur keamanan baru, Grab juga menggandeng Komnas Perempuan terkait pencegahan tindakan kejahatan, khususnya kekerasan seksual.

Sejak awal kerja sama dengan Grab pada bulan November 2018 lalu, Komnas Perempuan turut berkontribusi untuk membantu mengembangkan praktik terbaik dalam menangani dan mencegah kekerasan seksual di platform Grab.

Bungsu Widowati (kiri), Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo
dan Prisia Nasution (kanan), Aktris dan Atlet Pencak Silat, saat mendemonstrasikan gerakan bela diri dasar ke 100 mitra pengemudi Grab Jabodetabek di Jakarta, Senin (22/4/2019).
Grab Bungsu Widowati (kiri), Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan dan Pelatih Taekwondo dan Prisia Nasution (kanan), Aktris dan Atlet Pencak Silat, saat mendemonstrasikan gerakan bela diri dasar ke 100 mitra pengemudi Grab Jabodetabek di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Komnas Perempuan juga ikut membekali mitra pengemudi Grab tentang pedoman anti kekerasan perempuan.

Jika ada kekerasan atau pelecehan seksual terhadap perempuan di platform Grab, maka Komnas Perempuan akan lkut serta dalam penanganan kasus tersebut.

Baca juga: Grab Gelar Layanan Pembayaran Secara Kredit dan Asuransi

Dalam rangka momen Hari Kartini, Grab juga mengadakan pelatihan bela diri bagi 100 mitra pengemudi perempuan di Jabodetabek untuk membekali mereka dengan kemampuan bela diri dasar.

Hal tersebut dilakukan demi mendorong mitra pengemudi perempuan agar lebih berani dan hidup tanpa rasa takut.

Pelatihan bela diri ini dipimpin oleh Bungsu Widowati, selaku Area Head of Sales GrabFood Sulawesi & Kalimantan sekaligus Pelatih Taekwondo, dan juga Prisia Nasution, Aktris dan Atlet Pencak Silat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X