IBM Rampungkan Akuisisi Termahal di Industri Software

Kompas.com - 11/07/2019, 12:22 WIB
Ilustrasi akuisisi Red Hat oleh IBM. IstimewaIlustrasi akuisisi Red Hat oleh IBM.

KOMPAS.com - Agar dapat bersaing di industri layanan cloud, IBM mengumumkan akuisisi Red Hat pada Oktober 2018 lalu. Kini proses akuisisi tersebut telah rampung dan Red Hat resmi menjadi bagian dari IBM.

Proses akusisi ini memakan waktu beberapa bulan dan menghabiskan dana sebesar 34 dollar AS atau sekitar Rp 517 triliun. Dengan harga tersebut, akuisisi Red Hat oleh IBM ini menjadi akuisisi perusahaan software terbesar yang pernah terjadi.

Proses akuisisi ini rampung setelah mendapatkan restu dari regulator dan Komisi Eropa. Dalam keterangannya, pihak IBM mengatakan bahwa mereka akan tetap menjaga model bisnis dan pengembangan Red Hat seperti sebelumnya.

Pasalnya, model pengembangan berbasis komunitas inilah yang dianggap menjadi salah satu kekuatan terbesar Red Hat.

Baca juga: Akuisisi Red Hat oleh IBM: Terbesar dalam Sejarah Perusahaan Software

"Bersama-sama, IBM dan Red Hat akan menghadirkan platform multicloud hybrid generasi berikutnya," ungkap pihak IBM dalam pernyataan resminya.

Dikutip KompasTekno dari WcffTech, Kamis (11/7/2019), dua petinggi kedua perusahaan pun menegaskan bahwa IBM dan Red Hat akan saling melengkapi.

Dengan bergabungnya Red Hat ke IBM, maka kedua perusahaan dapat menyederhanakan infrastruktur dan proses untuk komunitas open source.

Pada Oktober 2018 lalu, CEO IBM, Ginni Rometty menyatakan bahwa akuisisi ini bakal mengubah peta persaingan, di mana dengan transaksi ini, IBM akan menjadi penyokong teknologi komputasi Cloud terbesar di dunia.

"Ini (akuisisi) merubah semuanya yang berhubungan di pasar Cloud. IBM akan menjadi penyokong komputasi Hybrid Cloud nomor 1 di dunia." ujar Ginni.

IBM berharap kesepakatan ini akan senantiasa membantu mengejar ketinggalan dari Amazon, Alphabet, dan Microsoft dalam bisnis cloud yang berkembang pesat belakangan ini.

Baca juga: IBM Sepakat Beli Pembuat Linux Rp 517 Triliun

Seperti diketahui, saham IBM telah kehilangan hampir sepertiga dari nilainya dalam lima tahun terakhir, sementara saham Red Hat naik 170 persen dibandingkan periode yang sama dengan IBM.

IBM dan Red Hat, dibantu oleh perangkat lunak yang dibuatnya, yang juga merupakan dua pendukung Linux terbesar di dunia teknologi. Dengan penggabungan ini, IBM memiliki misi untuk menjadi penyedia teknologi hybrid cloud mengalahkan raksasa teknologi Microsoft.

Red Hat sendiri dibangun 25 tahun yang lalu, tepatnya pada 1993, sebagai distributor sistem operasi Linux dengan desain berbeda. Software ini umum digunakan di komputer server yang menggerakkan pusat data perusahaan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber wccftech

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X