B737 Max Dilarang Terbang, Penjualan Pesawat Boeing Turun Drastis

Kompas.com - 12/07/2019, 16:27 WIB
Pesawat B737 MAX yang di-grounded di pabrik Boeing di Renton, Washington.Boeing Pesawat B737 MAX yang di-grounded di pabrik Boeing di Renton, Washington.

KOMPAS.com - Pengiriman pesawat Boeing turun drastis selama semester I 2019, menyusul larangan terbang pesawat Boeing 737 Max di seluruh dunia. Boeing pun terancam kehilangan pangsa pasar sebagai produsen pesawat terbesar.

Menurut laporan Boeing, pengiriman pesawat pada periode Januari hingga Juni 2019 turun hingga 37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Boeing tidak menjabarkan secara detail berapa jumlah pesawat yang telah dikirim di paruh pertama tahun 2019 ini.

Baca juga: FAA Temukan Lagi Kelemahan Boeing B737 MAX

Namun, analis dari firma keuangan Jefferies mengatakan bahwa tidak akan ada pengiriman pesawat B737 Max pada kuartal II dan III 2019. Pengiriman B737 Max hingga akhir tahun diestimasi sekitar 236 pesawat.

Sebagai perbandingan, pada 2018 lalu, Boeing mengirimkan total 580 pesawat B737 dalam periode setahun penuh.

Sementara itu Airbus, pabrikan pesawat Perancis rival Boeing, mengklaim telah mengirim 389 pesawat di periode yang sama (semester I 2019). Jumlah tersebut naik 28 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Jumat (12/7/2019), penurunan pengiriman jumlah pesawat ini bisa mengancam gelar Boeing sebagai pabrikan pesawat terbesar di dunia.

Baca juga: Boeing Rilis Update Software Untuk Atasi Masalah Pesawat B737 MAX

Hingga akhir tahun 2019 nanti, diprediksi pengiriman Boeing akan ketinggalan dari Airbus. Jika benar terjadi, maka hal itu adalah yang pertama kalinya sepanjang delapan tahun terakhir.

Seperti diketahui, pasca-kecelakaan B737 Max maskapai Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa lalu, otoritas penerbangan di berbagai belahan dunia memberlakukan larangan terbang (grounded) seluruh B737 Max.

Kapasitas produksi pesawat 737 MAX pun diturunkan menjadi 42 pesawat per bulan, dari sebelumnya 52 pesawat.

Baca juga: Jatuh Lagi di Ethiopia, Pesawat Boeing B737 MAX pun "Grounded" di China

Pengiriman pesawat B737 MAX  telah dihentikan sejak Maret lalu, setelah kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 penumpang dan kru. Sejak itu, Boeing belum mengantongi pesanan pesawat seri 737 lagi.

Bahkan, sejumlah maskapai malah membatalkan pesanan pesawat B737 MAX. Yang terbaru adalah maskapai LCC Flyadeal, anak usaha Saudi Arabian Airlines, sebanyak 50 pesawat.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X