Google Batalkan Proyek "Dragonfly", Mesin Pencari Khusus China

Kompas.com - 19/07/2019, 07:06 WIB
Logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Yudha Pratomo/KompasTeknoLogo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Rencana kontroversial Google untuk mengembangkan "Dragonfly", mesin pencari khusus China yang menyertakan sensor dari pemerintah setempat, ternyata telah dihentikan.

Hal tersebut diutarakan oleh seorang eksekutif Google ketika dipanggil untuk bersaksi di hadapan kongres Amerika Serikat, 16 Juli lalu.

Senator Josh Hawley bertanya kepada Google apakah proyek Dragonfly saat ini sedang berjalan atau tidak.  "Tidak, senator. Kami telah menghentikannya, " jawab Karan Bhatia, seorang eksekutif Google kepada Komite Kehakiman Senat AS.

Baca juga: CEO Google Buka Suara Soal "Dragonfly", Mesin Pencari Khusus China

Dirangkum KompasTekno dari BBC, Jumat (19/7/2019), saat dikonfirmasi secara terpisah,  seorang juru bicara Google membenarkan kabar tersebut.

Ia mengatakan saat ini Google tak memiliki rencana untuk merilis mesin pencari di China dan tidak ada pekerjaan terkait hal tersebut. Artinya, masih ada kemungkinan Google akan kembali melanjutkan proyek Dragonfly di kemudian waktu, bukan "saat ini".

Kabar dihentikannya proyek Dragonfly sebenarnya sudah muncul Desember akhir tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kala itu sumber internal Google mengungkapkan proyek ini menemui batu sandungan berupa penutupan akses ke halaman 265.com yang dimanfaatkan untuk meneliti perilaku masyarakat China dalam menggunakan mesin pencari.

Google menciptakan sebuah mesin pencari tiruan melalui halaman 265.com tersebut. Dengan mekanisme ini, Google bisa mendapatkan data apa saja yang banyak ditelusuri dalam bahasa Mandarin dan mengetahui kata kunci apa saja yang dilarang oleh pemerintah China.

Proyek Dragonfly dirahasiakan, termasuk dari sebagian besar karwayan Google sendiri yang kemudian memprotes sistem pencari itu karena sistem sensornya dianggap melanggar prinsip kebebasan berpendapat.

Baca juga: Pegawai Google Bikin Petisi Pembatalan Proyek "Dragonfly"

Pada tahun 2018 lalu, setidaknya ada lebih dari 400 karyawan yang menandatangani petisi yang menentang proyek tersebut.  Mereka menilai Google seharusnya tidak tunduk dan setuju pada pemerintah China yang ingin menyensor internet dari warganya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.