Twitter Blokir Gambar Gerak PNG, Lindungi Pengidap Epilepsi

Kompas.com - 27/12/2019, 15:03 WIB
Ilustrasi akun Twitter CNNIlustrasi akun Twitter

KOMPAS.com - Twitter memblokir file gambar bergerak format PNG (Animated PNG/APNG) dari platformnya. File gambar bergerak layaknya GIF itu kini tidak bisa diunggah lagi oleh pengguna Twitter.

Hal itu dilakukan oleh Twitter karena file APNG tertentu, disebut bisa memicu kejang-kejang pada pengguna yang mengidap epilepsi.

"Kami ingin semua orang memiliki pengalaman yang aman di Twitter," ujar perusahaan Twitter dalam tweet yang ditulis oleh akun Twitter/@twitterEng.

Twitter mengatakan bahwa pihaknya menemukan bug yang memungkinkan pengguna memposting file gambar bergerak dalam jumlah banyak dalam satu postingan, menggunakan file format APNG.

Baca juga: Ada Celah Keamanan, Twitter Imbau Pengguna Segera Perbarui Aplikasi

File video APNG tetap bergerak/diputar meski setting autoplay di Twitter dinonaktifkan. Menurut Twitter, APNG tidak mematuhi aturan keamanan yang telah mereka tetapkan.

File gambar bergerak dalam jumlah banyak disebut Twitter memiliki ukuran file yang besar dibanding preview image di timeline Twitter, hal ini selain membuat ponsel jadi lemot atau aplikasi crash, juga disebut tidak aman bagi pengidap epilepsi.

"Ini demi keamanan pengguna yang sensitif terhadap gerakan dan gambar yang berkedip, termasuk mereka pengidap epilepsi," tulis Twitter dihimpun KompasTekno dari TechSpot, Jumat (27/12/2019).

Sebelumnya, pada November lalu di mana diperingati sebagai bulan kesadaran epilepsi di AS, yayasan Epilepsi AS sempat di-tag oleh beberapa orang dalam unggahan animasi gambar yang berkedip dengan cahaya yang terang.

Meskipun APNG tidak digunakan dalam kasus tersebut, Twitter memastikan untuk menghilangkan fitur APNG itu sebagai tindak pencegahan.

Kejadian yang mirip pun terjadi pada tahun 2017. Seorang pria didakwa karena mengirim tweet yang berisi animasi GIF kepada jurnalis yang mengidap epilepsi.

Baca juga: Pengguna Android, Hati-hati Terima Foto PNG!

Kurt Eichenwald, jurnalis yang dimaksud, mengalami kejang epilepsi selama delapan menit setelah melihat pesan tersebut dan menderita efek samping selama beberapa bulan.

Selain dapat memberi dampak buruk kepada para pengidap epilesi, dalam tweetnya, Twitter mengatakan bahwa animasi APNG juga dapat memperlambat kinerja aplikasi.

Namun, Twitter menyebut bahwa file APNG yang sudah terunggah di twitter tidak akan dihapus.

Karena beberapa hal di atas, Twitter kini tengah mencari fitur serupa yang lebih baik untuk pengalaman Penggunanya.



Sumber TechSpot
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X