Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2023, 14:35 WIB
Oik Yusuf,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tesla berambisi mengembangkan teknologi mobil yang sepenuhnya bisa menyetir sendiri alias Full Self-Driving (FSD).

Demi impian tersebut, perusahaan pimpinan Elon Musk ini menggelontorkan dana 300 juta dollar AS (sekitar Rp 4,5 triliun) untuk membangun super komputer AI yang ditenagai 10.000 unit GPU H100 dari Nvidia.

Super komputer bernama "Dojo" itu pekan lalu sudah online. Daya komputasinya mencapai 340 FP64 FLOPS, atau lima kali lebih besar dibanding super komputer Tesla sebelumnya yang menggunakan GPU Nvidia A100.

Baca juga: Terungkap, Keuntungan Fantastis Nvidia dari GPU H100 yang Dijual Rp 300 Jutaan

Dojo akan digunakan melatih AI untuk mengakselerasi pengembangan fitur FSD yang sekarang masih berada di tahap awal.

Proyeksi perkembangan kemampuan komputasi super komputer Dojo hingga 2024, berdasarkan estimasi internal TeslaTesla Proyeksi perkembangan kemampuan komputasi super komputer Dojo hingga 2024, berdasarkan estimasi internal Tesla

Ke depan, Tesla bakal terus mengembangkan kemampuan Dojo sehingga daya komputasinya diproyeksikan mencapai 100 Exa-FLOPS pada 2024.

Dana sebanyak 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 15,2 triliun) disiapkan untuk keperluan ini, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Register, Senin (4/9/2023).

Baca juga: ChatGPT Prediksi Harga Bitcoin hingga 2050, Ini Hasilnya

Borong GPU demi AI kendaraan otonomos

Kendaraan-kendaraan Tesla sebenarnya sudah memiliki fitur otomatisasi seperti Autopilot, Enhanced Autopilot, dan FSD. Namun, fitur-fitur tersebut belum sepenuhnya bisa menyetir sendiri karena masih butuh supervisi dari pengendaranya.

Full Self-Driving yang diimpi-impikan oleh Elon Musk selaku bos Tesla adalah teknologi yang memungkinkan kendaraan benar-benar bisa menyetir sendiri tanpa campur tangan manusia.

Untuk mewujudkan hal ini, Musk pernah berkata bahwa hambatan terbesarnya adalah kebutuhan daya komputasi dalam melatih AI untuk FSD. Sebab itulah Tesla memborong GPU H100 dari Nvidia untuk membangun super komputer.

Baca juga: ChatGPT Terancam Bangkrut

Nvidia sendiri selaku pabrikan GPU untuk pengolahan AI kebanjiran order semenjak booming kecerdasan buatan di industri teknologi.

GPU AI buatannya seperti A100 dan H100 yang dibanderol hingga 40.000 dollar AS (sekitar Rp 600 juta) per unit laku keras sehingga peminatnya harus antre, termasuk juga Tesla.

"Kami akan beli hardware secepat yang bisa dikirimkan oleh Nvidia," kata Musk Juli lalu. "Tapi mereka tak bisa karena punya banyak sekali pelanggan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com