Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Hibahkan Rp 49 Triliun ke Intel untuk Bangun Pabrik Chip

Kompas.com - 27/12/2023, 11:00 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Pemerintah Israel memberikan hibah ke perusahaan semikonduktor Amerika Serikat (AS), Intel, sebesar 3,2 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 49,3 triliun.

Dana tersebut dihibahkan untuk keperluan pembangunan pabrik chip Intel yang dibangun di Kiryat Gat, Israel Selatan. Intel mengeklaim konstruksi pabrik ini sudah dimulai.

Dana yang dihibahkan Israel itu menyumbang 12,8 persen dari total biaya yang dibutuhkan Intel untuk membangun pabrik baru, yaitu sekitar 25 miliar dollar AS (sekitar Rp 384 triliun).

Pabrik chip Intel di Israel yang disebut sebagai Fab 38 itu rencananya dibuka pada 2028 dan beroperasi sampai 2035. Menurut Intel, pabrik itu bakal membantu memperkuat rantai pasokan global perusahaan serta membuka ribuan lapangan pekerjaan baru di Israel.

"(Pabrik ini) bagian penting dari upaya Intel untuk mendorong rantai pasokan global yang lebih tangguh, di samping upaya berkelanjutan dan rencana investasi manufaktur di Eropa serta AS," kata Intel dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Perusahaan Israel Klaim Bisa Bobol Semua iPhone dan iPad

Sebagai bagian dari kesepakatan, Intel akan mengalokasikan dana 16,6 miliar dollar AS untuk membeli produk dan layanan dari Israel, selama sepuluh tahun ke depan.

Ini bukan kali pertama Israel memberikan hibah ke Intel. Secara total, Israel telah memberikan hibah senilai 2 miliar dollar AS ke Intel dalam 50 tahun terakhir, untuk berbagai fasilitas yang ada di negaranya.

Adapun investasi terbaru ini akan berlangsung selama lima tahun ke depan. Selama periode investasi, Intel akan membayar pajak senilai 7,5 persen, naik dari sebelumnya 5 persen. Sebab, Intel memilih hibah dengan pajak yang lebih besar dibanding opsi hibah dengan pajak rendah.

Baca juga: Terungkap, Spyware Israel Incar Aktivis Indonesia

Di Israel, Intel sudah hadir sejak tahun 1974. Sekarang, Intel mengoperasikan empat fasilitas pengembangan dan produksi, termasuk pabrik di Kiryat Gat bernama Fab 28.

Fab 28 merupakan pabrik yang memproduksi chip Intel dengan fabrikasi 7 nm atau 10 nm. Pabrik ini mempekerjakan hampir 12.000 warga lokal dan 42.000 orang lainnya dari berbagai negara.

Beberapa chip Intel yang diproduksi di Israel antara lain chip Centrino untuk modem WiFi, dan beberapa prosesor seri Intel Core.

Bangun pabrik chip di Eropa dan AS

Dalam beberapa tahun terakhir, Intel memang menginvestasikan miliran dollar AS untuk membangun pabrik di sejumlah negara. Upaya ini ditempuh guna mengembalikan dominasinya di pasar semikonduktor, di mana Intel bersaing dengan AMD, Nvidia hingga Samsung.

Baca juga: Terungkap, CEO Intel Diam-diam Ukir Namanya di Prosesor 32-bit Pertama

Pada tahun 2022, Intel menyatakan pihaknya akan berinvestasi hingga 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.541 triliun) untuk membangun komplek pabrik chip terbesar dunia di Ohio, AS.

Intel juga berencana membangun pabrik chip di Magdeburg, Jerman dengan investasi sekitar 33 miliar dollar AS (sekitar Rp 508 triliun).

Menyambut rencana ini, pemerintah Jerman menjanjikan subsidi besar demi menarik investasi asing ke negaranya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

Software
3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

Gadget
Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Software
TikTok Notes, Inikah Aplikasi 'Pembunuh' Instagram?

TikTok Notes, Inikah Aplikasi "Pembunuh" Instagram?

Software
Fitur AI 'Circle to Search' Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Fitur AI "Circle to Search" Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Software
Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Gadget
Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

e-Business
7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

7 Aplikasi Edit Foto Lebaran untuk Android dan iOS agar Lebih Estetik

Software
HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

HP Xiaomi Terbaru Redmi Turbo 3 Dijual di Indonesia sebagai Poco F6?

Gadget
7 Aplikasi Edit Foto untuk Lebaran 2024 biar Makin Ciamik

7 Aplikasi Edit Foto untuk Lebaran 2024 biar Makin Ciamik

Software
4 Cara Beli Tiket Wisata Online buat Libur Lebaran 2024, Mudah dan Praktis

4 Cara Beli Tiket Wisata Online buat Libur Lebaran 2024, Mudah dan Praktis

e-Business
Cara Membuat HP Android atau iPhone Jadi CCTV untuk Pantau Rumah Selama Ditinggal Mudik

Cara Membuat HP Android atau iPhone Jadi CCTV untuk Pantau Rumah Selama Ditinggal Mudik

Hardware
Kekayaan Bos Facebook Mark Zuckerberg Lampaui Elon Musk

Kekayaan Bos Facebook Mark Zuckerberg Lampaui Elon Musk

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com