Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bikin Pusing dan Mual, Keluhan Pengguna yang Batal Beli Apple Vision Pro

Kompas.com - Diperbarui 17/02/2024, 07:30 WIB
Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber The Verge

KOMPAS.com - Perangkat augmented reality (AR) Apple Vision Pro resmi dirilis pada 2 Februari 2024 lalu. Perangkat tersebut kemudian menjadi buah bibir. Para penikmat teknologi berlomba-lomba mencoba dan membeli Apple Vision Pro.

Namun, berselang dua pekan kemudian, para pembeli Apple Vision Pro memutuskan mengembalikan (refund) headset seharga 3.500 dollar AS itu (setara Rp 55 juta).

Apple memang memungkinkan pengguna untuk mengembalikan produknya dalam waktu 14 hari setelah pembelian. Jadi, pembeli dapat mengembalikan produk yang "dipinang" jika tidak sesuai ekspektasi.

Adapun para pembeli Apple Vision Pro ini mengembalikan perangkat tersebut karena sejumlah faktor, misalnya ketidaknyamanan saat menggunakan headset AR itu.

Pengguna merasa pusing dan mengalami mual/mabuk (motion sickness), yang terjadi ketika sistem penglihatan, peraba, dan keseimbangan tidak selaras.

"Tidak sabar untuk mengembalikan (Apple) Vision Pro, ini mungkin menjadi teknologi yang paling menakjubkan yang pernah saya coba. Namun, saya tidak menyukai sakit kepala yang dihasilkan setelah penggunaan 10 menit," kata pengguna media sosial X (dahulu Twitter) dengan handle @RjeyTech.

"Sekadar catatan, saya sudah pernah mencoba headset virtual reality (VR) lain sebelumnya dan tidak pernah mengalami sakit kepala," imbuh akun @RjeyTech.

Baca juga: Puji Headset AR Apple Vision Pro, Bos ChatGPT: Tercanggih sejak iPhone

Masih soal ketidaknyamanan, ada pula pengguna yang merasa bahwa Apple Vision Pro dengan bobot 600 gram tidak enak dipakai. Hal ini juga mengingat distribusi bobot perangkat yang berat di depan, sehingga membuat leher menjadi lelah.

"Bobot dan ketidaknyamanan (Apple Vision Pro) menjadi alasan utama mengapa saya mengembalikan (headset itu)," tulis seorang pengguna X dengan handle @schmanke.

Product Manager dari situs berita teknologi The Verge, Parker Ortolani juga menyampaikan kekecewaannya terkait Apple Vision Pro.

Meskipun teknologinya memang mengagumkan, bobotnya yang berat dan desain talinya (strap) membuatnya tidak nyaman digunakan bahkan dalam durasi yang singkat.

"Saya ingin menggunakan Apple Vision Pro, tetapi merasa takut untuk memakainya," ungkapnya lewat akun media sosial Threads dengan handle @parkerortolani.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (16/2/2024), keluhan terkait ketidaknyamanan ini bukanlah merupakan sesuatu yang mengejutkan. Sebab, setiap orang memiliki fisik yang berbeda-beda.

Mengambil contoh arloji pintar (smartwatch), aksesori ini menyesuaikan ukuran dan bobot case jam dibanding pergelangan tangan pengguna.

Sama halnya dengan headset AR seperti Apple Vision Pro yang menyesuaikan dengan ukuran kepala penggunanya. Jika pengguna memiliki pangkal hidung yang pendek, perangkat itu tidak bisa memblokir cahaya masuk karena terlalu besar.

Halaman:
Sumber The Verge
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com