Asosiasi Open Source Indonesia Resmi Berdiri - Kompas.com

Asosiasi Open Source Indonesia Resmi Berdiri

Kompas.com - 30/06/2008, 23:19 WIB

JAKARTA, SENIN - Berselang sebulan sejak dideklarasikan pertama kali dalam IGOS Summit 2 di Jakarta, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) akhirnya resmi berdiri. Penandatanganan akta pendirian AOSI dilakukan di Gedung Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Jakarta, Senin (30/6).

Sejumlah perusahaan dan lembaga penggiat open source tercatat sebagai pendiri AOSI. Antara lain, PT IBM Indonesia, PT Sun Microsystems Indonesia, Jatis Solutions Ecom, PT Quantum Business International, PT Duta Astakona Girinda, PT Rimba Sindikasi Media, PT Multicom Persada International, Gudang Linux, PT Linuxindo Total Solusi, PT, Infolinux Media Utama, PT Nurul Fikri Cipta Inovasi, Yayasan Air Putih, One Destination Center, dan Yayasan Penggerak Linux Indonesia.    

"Asosiasi ini terbuka bagi semua perusahaan yang punya jasa atau produk di bidang open source. Pengguna open source juga bisa menjadi anggota," ujar Rusmanto, salah satu formatur AOSI bersama Harry Sufehmi, Teddy Sukardi, dan Sumitro Roestam. AOSI akan bekerja sama dengan Betti Alisjahbana, yang terpilih menjadi Duta Open Source Indonesia pada IGOS Summit 2, untuk segera memasyarakatkan open source kepada publik.

Rusmanto mengatakan pembentukan AOSI akan memperkuat daya tawar open source. AOSI menjadi lembaga legal yang akan memberikan dukungan penuh terhadap open source software sehingga penggunanya tidak perlu khawatir tidak adanya dukungan teknis. Di lain pihak, perusahaan yang bergerak di bidang open source juga lebih leluasa untuk menyebarluaskan produk dan layanannya.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan focus group discussion. Pihak-pihak yang berkepentingan seperti Depkominfo, Ristek, Depdiknas, Depdagri, dan departemen-departemen lainnya, akan kita kumpulkan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang harus segera dilakukan untuk menyebarluaskan open source software," ujar Betti yang telah berpengalaman 10 tahun sebagai Presiden Direktur PT IBM Indonesia. Selain itu, ia juga akan mendesak perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang open source untuk segera mengembangkan bentuk dukungan teknis yang memudahkan masyarakat mengakses produk open source.

Ia juga berharap dapat mendorong pengenalan open source sejak dini melalui kurikulum pendidikan dari tingkat dasar. Sebab, selama ini, Betti menilai kurikulum bidang teknologi informasi belum banyak menyediakan informasi mengenai pemanfaatan open source software.  Selain itu, ia dan pengurus AOSI, yang segera dibentuk dalam 30 hari ke depan, siap membantu pemerintah untuk menerapkan standardisasi dan peraturan terakit bidang teknologi informasi.

Editor
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM