Jalan Kaki Bisa Hasilkan Listrik untuk "Charge" Laptop

Dibaca:
Komentar :
zeitnews.org

KOMPAS.com — Mulai dari menggenjot pedal hingga memanfaatkan panas tubuh dilakukan untuk menghasilkan listrik. Berbagai macam upaya tersebut dilakukan untuk memanfaatkan energi alami yang tersedia di tubuh manusia.

Salah satu cara terbaru datang dari Benua Afrika nun jauh di sana, tepatnya di negara Kenya, kampung halaman dari ayah presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Seorang pemuda berumur 24 tahun membuat sol sepatu yang bisa menghasilkan listrik ketika pemakainya melangkahkan kaki. Caranya, "Dari tekanan yang dihasilkan kaki, dibuat menjadi listrik," kata Anthony Mutua, si pencipta perangkat ini.

Sol sepatu bikinan Anthony terbuat dari chip kristal supertipis yang diselipkan di sol sepatu. Begitu tertekan oleh telapak kaki, kristal-kristal di dalamnya menghasilkan listrik.

Energi listrik yang dihasilkan bisa dipakai untuk mengisi baterai perangkat portabel, seperti ponsel atau laptop, dengan dua cara.

Pertama, kabel listrik disambungkan langsung dari perangkat ke sol sepatu. Cara kedua, perangkat bisa diisi baterainya sesaat setelah pengguna berhenti berjalan. Ini dimungkinkan karena kristal juga mampu menyimpan daya listrik.

Chip kristal tersebut bisa diselipkan di sol berbagai jenis alas kaki, kecuali sandal kamar mandi. Apabila alas kaki sudah aus, chip kristal bisa dipindahkan ke sandal atau sepatu lain.

Proyek Anthony saat ini didanai oleh Dewan Sains dan Teknologi Nasional Kenya ( National Council of Science and Technology/NCST). Dewan tersebut berencana mensponsori penemuan Anthony agar bisa dikomersialisasi dan diproduksi massal.

"Kami telah mendanai proyek tersebut hingga sampai ke tahap purwarupa. Akan tetapi, karena kebanyakan penemu kekurangan uang untuk keperluan komersialisasi, inovasi ini belum berhasil sampai ke pasar. Hal itu akan kami ubah," jelas David Ngigi, sekretaris senior NCST, seperti dikutip dari Mashable.

Chip pengisi baterai di sepatu ini akan dijual seharga 46 dollar AS atau sekitar Rp 420.000 di Kenya, serta datang dengan jaminan selama dua setengah tahun.

Editor: Reza Wahyudi

 

TERBARU
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 20.20 WIB
Xiaomi Ingin Kalahkan iPhone
Hardware
Kamis, 24 Juli 2014 16.58 WIB
Ini Dia, "Penyelamat" Data di Kotak Hitam MH17
Internet
Kamis, 24 Juli 2014 15.55 WIB
Yuk, Baca Kisah Teladan Nabi
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 14.59 WIB
Nvidia Shield, Tablet Android untuk "Gamer"
Gadget
Kamis, 24 Juli 2014 13.49 WIB
Jam Tangan Pintar Apple Dinamai iTime?