Logam Berat Dapat Picu Autisme

Dibaca:
Komentar :
shutterstock

Biasanya kandungan logam berat ada pada zat pewarna cat.

SURABAYA, KOMPAS - Paparan logam berat merkuri, kadmium, dan timbal dapat memicu autisme. Logam berat merusak jaringan saraf dan otak.

”Tingginya kandungan logam berat bisa ditemukan di rambut atau darah,” kata psikiater Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Surabaya, Endang Warsiki, dalam jumpa pers di Surabaya, Rabu (31/10), menjelang Kongres Nasional II Asosiasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja Indonesia pekan depan.

Endang pernah mendapat pasien anak yang menderita autisme. ”Setelah dikhelasi (pengurangan kadar logam berat), anak itu berangsur normal,” ujarnya.

Autisme pada masa kanak-kanak ditandai dengan gangguan dalam berinteraksi sosial dan kesulitan berkomunikasi. Hasil penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, 80 persen penderita autisme memiliki kandungan logam berat di tubuhnya. ”Belum ada penelitian secara pasti berapa banyak kandungan logam berat yang dapat memicu autisme,” kata Endang.

Logam berat, seperti merkuri, dapat ditemukan pada asap pabrik ataupun limbah pabrik; kadmium terdapat di asap rokok, cat, dan sampah baterai; serta timbal ada di asap kendaraan bermotor.

Endang mengatakan, paparan logam berat harus diwaspadai dampaknya pada anak-anak. Penggunaan masker saat mengendarai sepeda motor ataupun bertempat tinggal aman dari limbah pabrik menjadi solusi.

Data RSU dr Soetomo menunjukkan, jumlah penderita autisme meningkat setiap tahun. Pada 2009 ada 92 pasien autisme ke RSU dr Soetomo. Pada 2010 meningkat menjadi 100 pasien dan 125 pasien pada 2011.

”Hingga Oktober 2012 sudah ada 107 pasien autisme,” kata psikiater anak dan remaja RSU dr Soetomo, Yunias Setiawati.

Yunias menambahkan, dokter harus mengetahui penyebab autisme pasien. Pasien autisme yang terpapar logam berat, misalnya, dapat diobati dengan khelasi atau detoksifikasi.

Dokter spesialis nutrisi anak, Rudi Irawan, menyatakan, selain terpapar logam berat, autisme bisa disebabkan faktor nutrisi, infeksi, rendahnya kekebalan tubuh, alergi, dan faktor genetik. (ILO)

 

Editor: Lusia Kus Anna

 

TERBARU
Gadget
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 16.14 WIB
iPhone 6 Masuk Indonesia Awal 2015
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 15.51 WIB
Duo iPhone 6 Sudah Diuji di Kemenkominfo
Software
Gadget
Jumat, 31 Oktober 2014 14.50 WIB
Kapan Oppo N3 dan R5 Masuk Indonesia?
TERPOPULER
Selasa, 28 Oktober 2014 10.21 WIB
Menkominfo: Internet Indonesia Sudah Kencang
Minggu, 26 Oktober 2014 17.38 WIB
Rudiantara, Menkominfo di Kabinet Kerja
Senin, 27 Oktober 2014 10.29 WIB
Mengenal Rudiantara, Menkominfo Kabinet Jokowi
Selasa, 28 Oktober 2014 09.35 WIB
Onno W. Purbo Beri "PR" untuk Menkominfo
Rabu, 29 Oktober 2014 09.25 WIB
OPPO N3 Akan Dirilis, Ini Inovasinya!
Rabu, 29 Oktober 2014 12.43 WIB
Bos Xiaomi: iPhone 6 Menjiplak HTC
Jumat, 31 Oktober 2014 14.29 WIB
Laptop Mahal Dibanting dan Diinjak di Indocomtech
Kamis, 30 Oktober 2014 14.57 WIB
Inilah Pesan Pertama yang Dikirim via Internet
Senin, 27 Oktober 2014 11.04 WIB
Ini Akun Twitter 21 Menteri Kabinet Jokowi