Kamis, 30 Maret 2017

Ojek Uber Datang, Go-Jek "Balas" dengan Go-Car

Go-Jek Tampilan screenshot layanan Go-Car di laman aplikasi Go-Jek di toko aplikasi Google Play Store

KOMPAS.com — Persaingan di ranah transportasi berbasis aplikasi di Indonesia bakal makin seru. Hanya berselang seminggu setelah Uber meluncurkan layanan ojek online Uber Motor, giliran Go-Jek pada Selasa (19/4/2016) ini masuk ke segmen mobil dengan layanan baru bernama Go-Car.

Fitur Go-Car sudah bisa ditemukan di antara layanan-layanan lain dalam aplikasi Go-Jek versi terbaru (2.0.0), yang bisa diperoleh di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Ini berarti, Go-Jek secara resmi masuk ke ranah layanan transportasi roda empat berbasis aplikasi yang menjadi ladang bisnis utama Uber.


Advertisment

Langkah ini seakan "balasan" dari Go-Jek terhadap langkah Uber masuk ke layanan utama Go-Jek, yaitu ojek motor online.

Bisnis Go-Jek dan Uber sebelumnya tak beririsan, masing-masing hanya memiliki layanan berbasis kendaraan roda empat dan roda dua. Kini, keduanya harus bersaing mengambil hati konsumen di Indonesia bersama-sama dengan Grab.

Sebagai informasi, Grab sudah lebih dulu menawarkan pilihan transportasi dengan motor atau mobil kepada konsumen.

Sementara itu, Uber telah berancang-ancang meluncurkan Uber Motor di Indonesia sejak kali pertama memperkenalkannya di Thailand pada akhir Februari. Sementara itu, Go-Jek pada akhir Maret diketahui sedang menyiapkan sistem transportasi mobil.

Kini, ketiga penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, yakni Go-Jek, Uber, dan Grab, telah sama-sama memiliki layanan berbasis sepeda motor dan mobil.

Bersama dengan kehadiran Go-Car, Go-Jek mengedepankan fitur cashless payment Go-Jek Credit yang kini berubah nama menjadi Go-Pay.

Sementara itu, Uber yang identik dengan pembayaran cashless melalui kartu kredit justru mulai menerima pembayaran tunai dari para pengguna Uber Motor.

Belum ada mobil?

KompasTekno tak kunjung berhasil mencari mobil Go-Car di beberapa daerah pusat kota Jakarta melalui aplikasi Go-Jek pada Selasa (19/4/2016) sore.

Saat para rider Go-Jek menyemut di peta, tak satu pun ikon mobil Go-Car muncul mendampingi mereka. Mungkin ini terjadi karena mobil Go-Car memang belum banyak tersedia, atau baru ada di daerah-daerah tertentu.

Hal yang sama dialami oleh layanan Uber Motor pada saat pertama peluncurannya. Selama hari-hari berikut, barulah pengemudi Uber Motor perlahan-lahan mulai terlihat di dalam aplikasi.

Penampilan dan skema bisnis mobil Go-Car pun masih menjadi pertanyaan.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Mobil Go-Car masih sulit ditemukan di dalam aplikasi Go-Jek

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Go-Jek berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan taksi lewat layanan Go-Car.

Merujuk pada pernyataan tersebut, layanan Go-Car berarti bakal mirip-mirip GrabTaxi yang fungsinya sebagai perantara antara perusahaan taksi konvensional dan pelanggan.

Benarkah demikian? Ataukah Go-Car mengadopsi sistem kerja sama dengan perusahaan rental ala Uber dan Grab?

Apa pun jawabannya, seiring dengan semakin banyaknya pilihan, konsumenlah yang bakal diuntungkan lewat inovasi-inovasi baru dari para pelaku industri layanan transportasi online.

Penulis: Oik Yusuf
Editor : Reza Wahyudi
TAG: