Samsung Sudah Lebih Besar dari Apple? - Kompas.com

Samsung Sudah Lebih Besar dari Apple?

Yoga Hastyadi Widiartanto
Kompas.com - 28/07/2017, 20:06 WIB
Antrean pembeli di penjualan perdana Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Jakarta, Jumat (5/5/2017).Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com Antrean pembeli di penjualan perdana Samsung Galaxy S8 dan S8+ di Jakarta, Jumat (5/5/2017).

KOMPAS.com - Samsung baru saja merilis laporan keuangan kuartal kedua 2017. Hasilnya mengungkap bahwa perusahaan asal Korea Selatan itu meraih pendapatan yang lebih besar ketimbang Apple.

Data dalam laporan keuangan tersebut menunjukkan bahwa Samsung mendapat keuntungan operasional sebesar 12,7 miliar dollar AS atau setara Rp 169,2 triliun.

Selain itu, Samsung juga tercatat mengantongi keuntungan bersih senilai 9,7 miliar dollar AS atau setara Rp 129,27 triliun. Kedua angka tersebut merupakan yang tertinggi di sepanjang sejarah perusahaan.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Android Authority, Jumat (28/7/2017), angka tersebut juga menjadi tanda bahwa Samsung sudah berada di posisi yang tepat untuk mengalahkan Apple, dalam hal besaran keuntungan operasional.

Baca: Jutaan Galaxy Note 7 Menumpuk di Gudang, Ini Rencana Samsung

Pasalnya, Apple diprediksi hanya akan menghasilkan keuntungan operasional senilai 10,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 141,26 triliun pada kuartal kedua 2017.

Meski demikian, satu hal yang perlu dicatat. Apple di periode tersebut memang cenderung lamban dalam menghasilkan keuntungan. Tapi kinerja mereka bisa jadi jauh lebih baik setelah merilis iPhone generasi terbaru.

Asal keuntungan Samsung

Samsung mendapatkan keuntungan besar di kuartal kedua 2017 berkat tingginya permintaan komponen DRAM dan memori NAND. Tingginya permintaan telah mendorong harga kedua komponen tersebut naik tajam.

Dari total keuntungan Samsung, divisi semikonduktor menyumbang 7,2 miliar dollar AS atau setara Rp 95,95 triliun.

Para analis menyebut fenomena yang dialami Samsung itu sebagai memory super cycle. Mereka memprediksi bahwa hal serupa akan kembali terjadi pada kuartal ketiga tahun ini.

Sementara itu, divisi mobile di Samsung berhasil menyumbangkan keuntungan operasional sebesar 3,7 miliar dollar AS atau setara Rp 49,3 triliun. Ini berkat penjualan perangkat unggulan Samsung yang mencapai 15 persen lebih tinggi dibanding pendahulu-pendahulunya.

Baca: Samsung Tetap Untung Besar meski Galaxy Note 7 Meledak, Kok Bisa?

PenulisYoga Hastyadi Widiartanto
EditorReska K. Nistanto
Komentar