Cerita di Balik YouTuber yang Kaya gara-gara Video Mainan - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Panasonic

Cerita di Balik YouTuber yang Kaya gara-gara Video Mainan

Dimas Wahyu
Kompas.com - 23/08/2017, 06:47 WIB
(Screen capture) salah satu halaman muka video Youtuber Ryan Toys Review. Usia Ryan masih lima tahun saat videonya ditonton hingga jutaan kali.Dimas Wahyu (Screen capture) salah satu halaman muka video Youtuber Ryan Toys Review. Usia Ryan masih lima tahun saat videonya ditonton hingga jutaan kali.

KOMPAS.com - Satu juta dollar Amerika Serikat mengalir untuk video YouTube seorang anak 5 tahun bernama Ryan. Angka ini merupakan rangkuman monetasi karena video sang anak ditonton sampai puluhan juta, bahkan ratusan juta kali di laman berbagi video tersebut.

Padahal, usia Ryan baru lima tahun, dan video-videonya "hanya" berisi keasyikan sang anak dengan aneka mainan yang umumnya memang berwarna-warni.

"Jika dalam video itu Ryan terlihat benar-benar menyukai mainannya, dan ia ditonton sepuluh juta hingga dua puluh juta orang, maka hal tersebut akan memberikan efek yang besar dalam bisnis ritel mainan," kata Jim Silver, CEO Toys, Tots, Pets, and More, dalam "YouTube's Biggest Star is a 5-year-old that Makes Millions Opening Toys" di The Verg, Kamis (22/12/2016).

Kenyataannya, puluhan video ulasan mainan masuk dalam daftar 100 saluran video YouTube paling laris menurut "How Toy Unboxing Channels Became YouTube's Real Stars" di The Guardian.

Bukan cuma video Ryan, video-video lain yang tidak kalah laris adalah Kids Toys Channel, Disney Car Toys Club, Fun Toys Collector Disney Toys Review, Toys and Funny Kids Surprise Eggs, CookieSwirlC, Blu Toys, Hobby Kids TV, hingga EvanTubeHD.

Khusus untuk EvanTubeHD, pengelola akun ini menurut TheRichest dalam "20 Of The World’s Highest Earning Online Vlogs" meraih hingga 3 juta dollar AS pada 2014 lalu.

Nama salurannya yang berakhiran " HD" menjamin bahwa video-videonya berkualitas "high definition" sehingga punya nilai lebih.

Warna mainan

Video yang kreatif memang menjadi salah satu kunci yang ditekankan banyak YouTuber agar menangguk banyak klik.

Meski demikian, video sederhana yang hanya mengandalkan timbunan telur beraneka warna berisi mainan, seperti yang disuguhkan Fun Toys Collector Disney Toys Review, tetap punya 20 jutaan penonton.

Bicara strategi pemasaran, orangtua Ryan sendiri menyematkan ribuan merek mainan sebagai kata kuncinya, sekalipun keputusan mengeklik video tetap bergantung pada jari penonton.

Namun, dari semua itu, warna punya aspek yang kuat, khususnya dalam hal citra.

Contoh yang paling mudah ditemui adalah warna-warna pada kultur pop Jepang, seperti saat mereka mengemas mainan, membuat film, dan segala hal yang berpautan dengan kebutuhan komersial, yang mereka sebut dengan istilah "kawaii".

"Kawaii secara resmi didefinisikan sebagai gaya artistik dan kultur Jepang yang menekankan kualitas dari sesuatu yang manis dan lucu, dengan menggunakan warna cerah dengan karakter berpenampilan anak-anak," tulis BBC.co.uk dalam "Kawaii Culture in The UK Japans Trend for Cute".

Evan dengan akunnya, EvanTubeHD, mengulas berbagai mainan, baik fisik maupun non-fisik seperti game dan membuatnya disebut pernah meraih penghasilan secara monetasi sebesar 3 juta dollar AS.  Dimas Wahyu Evan dengan akunnya, EvanTubeHD, mengulas berbagai mainan, baik fisik maupun non-fisik seperti game dan membuatnya disebut pernah meraih penghasilan secara monetasi sebesar 3 juta dollar AS.

Kenapa warna punya peran sedemikian besar? Satu hal yang perlu dipahami adalah kemampuan mata manusia yang sebenarnya cukup kaya dalam menangkap warna.

Penjelasannya pun dituturkan oleh Eric Kreit dan rekan-rekannya dari University of Cincinnati dalam "Biological Versus Electronic Adaptive Coloration: How Can One Inform The Other?" di Journal of the Royal Society Interface.

"Mata manusia memiliki pigmen tiga kerucut (merah, hijau, biru) untuk menyampaikan informasi warna yang memungkinkan manusia untuk mendeteksi sekitar 10 juta warna unik," ujarnya seperti dikutip situs US National Library of Medicine National Institutes of Health.

Dari tiga warna, hasilnya saja sudah sepuluh juta warna. Tiga warna dasar itu sendiri sejak lama dimanfaatkan televisi dalam menghadirkan gambar, sampai akhirnya kini muncul jenis TV HD baru bernama TV Hexa Chroma.

Sesuai namanya, "hexa" berarti enam. Dengan kata lain, ada tiga warna tambahan baru yang digunakan untuk memperdetail gambar, yakni cyan, magenta, dan yellow.

Perbedaan kualitas warna antara TV LED umum dan Hexachroma berkat adanya penajam, sekalipun sumber gambar punya setelan ruang warna standar. Warna TV Panasonic ini pun lebih kaya karena adanya penambahan warna cyan, magenta, yellow (CMY) di luar warna TV pada umumnya yang hanya red, green, dan blue (RGB). 
Panasonic Perbedaan kualitas warna antara TV LED umum dan Hexachroma berkat adanya penajam, sekalipun sumber gambar punya setelan ruang warna standar. Warna TV Panasonic ini pun lebih kaya karena adanya penambahan warna cyan, magenta, yellow (CMY) di luar warna TV pada umumnya yang hanya red, green, dan blue (RGB).


Jadi, kalau video-video Evan saja dijanjikan berkualitas HD untuk menuruti perkembangan teknologi visual pada era modern seperti saat ini, TV Hexa Chroma yang digawangi Panasonic itu ibaratnya lebih memuaskan daya tangkap mata manusia terhadap aneka warna.

Buktinya, kebutuhan akan warna untuk memuaskan indera pengelihatan itu pula yang sudah ditunjukkan dengan munculnya puluhan hingga ratusan jutaan klik dalam video-video ulasan mainan tersebut.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDimas Wahyu
EditorSri Noviyanti
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM