GPU Rp 5 Jutaan Kini Dijual Rp 11 Juta Gara-gara Bitcoin - Kompas.com

GPU Rp 5 Jutaan Kini Dijual Rp 11 Juta Gara-gara Bitcoin

Kompas.com - 25/01/2018, 10:33 WIB
GPU/kartu grafis Nvidia GTX 1080 Ti.Ist GPU/kartu grafis Nvidia GTX 1080 Ti.

KOMPAS.com - Para gamer dibuat pusing akibat kelangkaan GPU (Graphic Processing Unit) sejak setahun belakang. Kelangkaan ini diduga akibat para penambang virtual cryptocurrency seperti bitcoin atau ethereum, memborong GPU (kartu grafis) untuk mendukung kegiatan penambangan mereka lebih cepat.

Akibat penambangan cryptocurrency yang masif dan permintaan yang tetap tinggi, maka harga GPU melonjak dua kali lipat bahkan lebih.

Misalnya, kartu grafis Nvidia FTX 1060 6 GB di mana harga normalnya hanya 250 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta) naik menjadi 530 dollar AS (sekitar Rp 7 juta). Begitu juga GTX 1070 yang rata-rata harga jualnya 380 dollar AS (sekitar Rp 5 juta) melonjak hingga dua setengah kali lipat, menjadi 890 dollar AS (sekitar Rp 11,8 juta).

Baca: Sisa Bitcoin yang Bisa "Ditambang" Tinggal 20 Persen

Beberapa retail online juga membanderol GPU dengan harga tinggi dan membuat paket bundling. Seperti retailer AS Newegg yang mem-bundling enam unit GTX 1080 Founder Edition seharga 6.699 dollar AS (sekitar Rp 89,2 juta).

GPU yang dibutuhkan untuk penambangan virtual ini sebenarnya GPU kelas high-end, seperti Nvidia GeForce GTX 1070, GTX 1080 dan GTX 1080 Ti, AMD Radeon RX 570, 580, Vega 56 dan Vega 64. Sedangkan GPU kelas low-end seperti GTX 1050 dan 1060 seharusnya tidak ikut terpengaruh.

Namun karena kebutuhan GPU yang mendesak, GPU kelas low-end mau tak mau menjadi pilihan terakhir bagi para penambang, sehingga harganya ikut melambung. Dirangkum KompasTekno dari Tech Spot, Rabu (24/1/2018) beberapa stok GPU low-end pun dilaporkan habis, seperti Radeon RX Vega 56 dan 64 pabrikan AMD.

Harga GPU Nvidia dan AMD per tanggal 15 Januari 2018Tech Spot Harga GPU Nvidia dan AMD per tanggal 15 Januari 2018

Mengapa GPU lebih diburu daripada CPU?

Secara analogi, CPU (Central Processing Unit/prosesor) ibarat sekelompok eksekutor yang cerdas, sehingga terkadang bisa menentukan keputusan sendiri dalam mengerjakan perintah di komputer.

Sedangkan GPU seperti kelompok besar orang-orang biasa dan cenderung bekerja seperti buruh yang dapat dilatih untuk mengerjakan sesuatu secara berulang dan kolektif dengan hasil lebih produktif.

Proses penambangan cryptocurrency seperti bitcoin adalah tugas yang berulang, dalam hal ini Arithmatic Logical Unit (ALU) dalam GPU bertugas melakukan operasi penghitungan aritmatika dan logika secara terus menerus. Hanya ada sedikit variasi untuk mengubah satu nomor yang disebut dengan "nonce".

Penambangan bitcoin dan cryptocurrency lain tidak perlu eksekutor pembuat keputusan. Semakin banyaknya penambang virtual menyebabkan komputasi dalam penambangan semakin rumit. Alhasil mempengaruhi pendapatan bitcoin.

Baca juga: Kisah Bitcoin Senilai Rp 1 Triliun yang Terbuang ke Tempat Sampah

Semakin canggih GPU, semakin cepat pula proses penambangan. Sebab itulah GPU high-end lebih banyak diburu penambang virtual.

Mengatasi kelangkaan GPU, Nvidia menganjurkan para retailer untuk membatasi penjualan GPU sebanyak dua unit untuk tiap pembelian. Nvidia mengklaim lebih memprioritaskan para gamer dibanding para penambang.

Butuh waktu untuk membuktikan keefektifan saran Nvidia ini, mengingat beberapa produk sudah sulit ditemukan. Adapun yang tersedia, harganya cukup menyiksa karena dijual lewat pihak ketiga.


EditorReska K. Nistanto
SumberTech Spot
Komentar
Close Ads X