Salin Artikel

Indonesia Pamer Industri Digital di ITU Telecom World 2017

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com di Busan, Senin (25/9/2017) pagi, paviliun Indonesia seluas 300 meter persegi dan termasuk salah satu yang terbesar. Paviliun itu  menampilkan sejumlah perusahaan telekomunikasi dan startup atau perusahaan pemula di bidang industri digital seperti Telkom, Tokopedia, 1.000 Startup, Nurbaya, Tukang Sayur, Modalku, dan Cashlez.

Pihak Kemenkominfo mengatakan, Menkominfo Rudiantara akan berbicara pada acara opening session ITU Telecom World 2017 pada Senin siang atas permintaan pihak ITU. Rudiantara akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pentingnya digitalisasi dan model bisnis digital menjadi solusi bagi perbaikan perekonomian dunia.

Rudiantara akan menunjukkan kesiapan dan beberapa keberhasikan Indonesia bertransisi dalam digitalisasi berbagai bidang kehidupan yang dapat menjadi percontohan bagi negara-negara lain.

Baca: Jokowi: Saya Pusing, Industri Digital Terlalu Cepat

ITU Telecom merupakan bagian dari ITU (International Telecommunication Union), badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau biasa disebut ICT. ITU Telecom World merupakan platform global bagi pemerintah, korporasi, dan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam mempercepat inovasi teknologi informasi dan komunikasi demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Agenda dan pameran

Acara tahun ini berfokus pada mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan pembangunan sosial ekonomi global dengan secara aktif menghubungkan UKM, pemerintah dan bisnis besar di seluruh ekosistem teknologi informasi dan komunisasi. Acara ini menyediakan sebuah platform internasional unik yang menyatukan pasar yang sudah maju dan berkembang untuk fokus pada transformasi digital yang cerdas dan peluang global yang ditawarkan.

ITU Telecom World 2017 menyatukan berbagai agenda, antara lain pameran teknologi internasional, forum berbagi pengetahuan, tempat memperluas jaringan bagi korporasi, pemerintah dan UKM, dan program pemberian penghargaan bergengsi.



Pameran antara lain menampilkan solusi digital dan peluang investasi dari negara-negara dan perusahaan di pasar yang sedang berkembang maupun yang sudah maju, dengan fokus khusus pada teknologi untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Pameran ini akan mencakup teknologi seperti 5G, IoT, solusi spektrum frekuensi radio, manajemen spektrum dan teknologi kota cerdas (smart city)

Perusahaan yang berpartisipasi antara lain ATDI, CATD, GEW Technologies, KT, K-ICT week, LS telcom, Rohde & Schwarz, SK telecom, Swisscom and Vodafone Egypt. Negara-negara yang membuka paviliun antara lain Jepang, China, Brasil, Kamerun, Nigeria dan Afrika Selatan, termasuk negara yang baru berpartisipasi pertama kali seperti Indonesia, Benin, Ethiopia, Mozambik, Filipina dan Sierra Leone.

Pameran memungkinkan para calon penjual terhubung dengan pembeli dari pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia. Program perjodohan bisnis B2B dan B2G akan mempertemukan para calon investor dan menghubungkan mereka dengan solusi dan proyek inovatif.

Agenda yang lain adalah pertemuan para pemimpin & forum. Para pembicara dari sektor publik dan swasta akan bersatu untuk mengeksplorasi visi berbeda tentang masyarakat cerdas dan memperdebatkan tantangan membangun masa depan digital yang tangguh.

Sesi-sesi dalam forum akan mengeksplorasi topik-topik penting industri termasuk bagaimana transformasi digital berdampak pada sektor telekomunikasi; pendekatan baru bagi konektivitas; pengembangan teknologi baru seperti AI ((artificial Intelligence atau kecerdasan buatan), IoT (internet of things) dan 5G; pentingnya isi dan kapasitas; keaksaraan digital dan keterampilan di era cerdas (smart era); ketahanan digital dan keamanan siber.

Dalam program Smart ABC, sektor standardisasi ITU (ITU-T) akan menampilkan teknologi cerdas, terutama Smart AI, Smart Banking dan Smart Cities. ITU-T juga akan menyelenggarakan pertemuan meja bundar dengan para pengambil keputusan terkemuka di bidang ini.

Baca: Elon Musk Sebut AI Jauh Lebih Berbahaya dari Korea Utara

Debat program akan mencakup area teknologi finansial (fintech) dan kota pintar, bagaimana smart banking dapat menyediakan kunci operasional untuk membuat teknologi smart cities bekerja, bagaimana kekuatan AI dapat diterapkan pada fintech, dan penggunaan AI di kota-kota pintar termasuk potensi untuk menggunakan kemampuan yang melampaui kemampuan manusia untuk menganalisis data seputar perencanaan kota.

https://tekno.kompas.com/read/2017/09/25/07444717/indonesia-pamer-industri-digital-di-itu-telecom-world-2017

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.