Salin Artikel

Facebook Dorong Instagram Stories Jadi Tempat Beriklan Selama Ramadhan

Facebook menjadi salah satu platform di mana para pengiklan memajang konten promosi untuk menarik konsumen. Melihat fenomena inilah Facebook bakal mendorong beberapa kanal miliknya untuk digunakan pengiklan selama Ramadan, salah satunya adalah konten video dan Instagram Stories.

Menurut Market Science Leader Facebook Indonesia Adisti Latief, konten-konten berbentuk video memang tengah digandrungi oleh para pengguna. Bahkan konten-konten inilah yang membuat mereka betah berlama-lama bermain media sosial ini.

Berdasarkan data yang diungkap Adisti, konten video ini bahkan mengambil 90 persen waktu pengguna di Facebook.

"Kami tahu di platform kami, pembicaraan soal Ramadan itu sudah terjadi jauh-jauh hari. Brand atau para pengiklan harus memanfaatkan momentum ini," ungkap Adisti dalam acara sharing session di kantor Facebook Indonesia bersama Nestle dan Lazada, Senin (7/5/2018).

"Saat Ramadan, ada banyak brand promosi sekaligus. Yang kami lakukan adalah ada beberapa solusi untuk membantu brand, seperti Nestle dan Lazada menang saat momen ini," lanjut Adisti.

Adisti mengatakan bahwa sejatinya ada tiga solusi yang ditawarkan Facebook untuk para pengiklan yakni konten video, Instagram Stories dan Facebook Messenger untuk bisnis.

Sayangnya penggunaan Facebook Messenger untuk bisnis ini masih minim peminat sehingga konten video dan Instagram Stories lah yang paling direkomendasikan.

Senada dengan Adisti, Chief Marketing Officer Lazada Achmad Alkatiri juga mengatakan bahwa konten video dan Instagram Stories memang cukup optimal untuk beriklan. Keduanya menggunakan material serupa yang bisa dioptimasi untuk para pengguna mobile.

Memang kebiasaan konsumen, menurut Achmad kini semakin mengarah pada penggunaan smartphone atau perangkat genggam lainnya yang lebih mudah dibawa. Bahkan traffic Lazada yang didapat dari pengguna mobile pun cukup besar.

"Untuk Lazada sendiri kami lihat ada audiens dan segmen yang banyak menghabiskan (waktu) di Facebook dan Instagram. Banyak (traffic) yang datang dari mobile app," ungkap Achmad.

Ia melanjutkan dengan begitu, perusahaan pun bisa lebih efektif lagi dalam mengelola anggaran belanja iklan. Bahkan penggunaan kanal ini jauh lebih efektif dibandingkan beriklan di televisi atau media lain.

"Kami bisa menargetkan audiens yang kami mau. Ini mengefektifkan pengeluaran iklan. Video iklan untuk TV kami convert jadi untuk mobile. Message pun bisa lebih dapet. Itu tahun lalu sudah kami coba di bulan Ramadan untuk mendorong message apa yang dibutuhkan konsumen dari online shopping," lanjut Achmad.

Selama bulan Ramadan, menurut survei internal Facebook, pengguna memang cenderung lebih banyak menggunakan gadget ketimbang hari biasa. Bahkan secara spesifik terjadi juga peningkatan durasi menonton video yakni lebih dari 70 persen selama Ramadan ketimbang hari biasa.

Oleh karena itulah Facebook kemudian mendorong para pengiklan untuk mengkomunikasikan promosi-promosinya melalui konten video di Facebook dan Instagram Stories.

https://tekno.kompas.com/read/2018/05/07/14480717/facebook-dorong-instagram-stories-jadi-tempat-beriklan-selama-ramadhan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.