Salin Artikel

Calon Pewaris Takhta Samsung Terancam Kembali Dipenjara

Jaksa penuntut umum Korea Selatan kembali mengajukan perintah penahanan atas Jae Y -nama beken Lee Jae young-- dan dua mantan eksekutif Samsung Group.

Penangkapan Jae Y dilakukan setelah investigasi lebih lanjut atas kejahatan finansial dalam merger perusahaan besar yang sempat ramai tahun 2015 lalu.

Merger yang dimaksud adalah penyatuan perusahaan Samsung C&T dan perusahaan pengembang real estate, Cheil Industries, di mana kepemilikan saham Jae Y diketahui cukup besar di sana.

Bulan Mei lalu, jaksa penutut umum sempat mengajukan beberapa pertanyaan pada Jae Y terkait merger tersebut.

Merger tersebut menuai kritik karena dinilai melanggar aturan Jasa Keuangan Investasi dan Pasar Modal.

Mereka diduga telah mengamankan sejumlah dokumen dengan pengawasan super ketat yang dilaporkan langsung kepada Jae Y. Ia juga dituduh melakukan penipuan akuntansi di anak perusahaan, Samsung Biologic.

Dilaporkan Korea Herald, jaksa penuntut mencurigai Samsung Biologic juga telah melanggar aturan akuntansi untuk menggelembungkan pendapatannya.

Hal tersebut dilakukan agar kemungkinan berhasilnya proses merger bisa tinggi untuk mengambil alih Cheil Industries, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Jumat (5/6/2020).

Samsung C&T diketahui merupakan pemegang saham terbesar Samsung Biologic dengan ankga 43,44 persen. Jae Y sendiri menjabat sebagai vice chairman Samsung Group sejak tahun 2012.

Sang ayah Lee Kun-hee, menduduki jabatan sebagai Chairman Samsung Group. Namun, Lee Kun-hee mengalami serangan jantung dan menyebabkan konsidi kesehatannya kian memburuk.

Jae Y digadang-gadang sebagai calon utama pewaris takhta Samsung Group, menggantikan sang ayah. Kendati demikian, secara tradisi, takhta perusahaan baru bisa diserahkan apabila pimpinan wafat.

Sebelumnya, Lee pernah mendekam di penjara selama setahun karena terlibat skandal suap yang menyeret nama mantan presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

Skandal besar tersebut membuat Park Geun-hye dimakzulkan dari jabatan presiden pada tahun 2017.

Saat itu, jaksa menuntut Jae Y dengan tuduhan memberikan donasi sebesar 41 miliar won kepada organisasi non-profit milik Choi Soon-sil, teman dekat Presiden Park. Baik Lee dan Samsung membantah tuduhan tersebut.

https://tekno.kompas.com/read/2020/06/05/15100097/calon-pewaris-takhta-samsung-terancam-kembali-dipenjara

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.