Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Facebook Mulai Batasi Konten Politik di Indonesia, Apa Dampaknya bagi Pengguna?

CEO Facebook Mark Zuckerberg, mengatakan sejauh ini, salah satu masukan teratas yang diterima dari pengguna adalah bahwa orang tidak ingin masalah politik mengganggu pengalaman pengguna ketika menggunakan Facebook.

Lantas, apa dampak kebijakan ini untuk pengguna?

Sebagai informasi, kebijakan ini masih dalam tahap uji coba dan belum diterapkan sepenuhnya untuk semua pengguna, serta masih bersifat sementara. Artinya, hanya ada sebagian kecil pengguna yang akan terdampak dan kebijakan ini belum permanen. 

Director Product Management Facebook Aastha Gupta mengatakan, kebijakan ini bukan berarti Facebook akan menghapus atau melarang sepenuhnya konten berbau politik.

Facebook hanya mengurangi rekomendasi konten-konten tersebut kepada pengguna, termasuk grup yang membahas soal politik. Biasanya, Facebook memang menggunakan algoritma untuk merekomendasikan grup yang sesuai dengan minat pengguna.

Artinya, pengguna hanya akan lebih sedikit melihat konten berbau politik di lini masa dan masih diperbolehkan untuk mengunggah konten maupun membicarakan politik.

"Penting untuk diperhatikan bahwa kami tidak menghapus konten politik dari Facebook sama sekali. Facebook akan mempelajari dan memahami beragam preferensi masyarakat terhadap konten politik serta menguji sejumlah pendekatan selama beberapa bulan ke depan," kata Gupta.

Mark Zuckerberg juga sebelumnya mengatakan bahwa pengguna masih tetap dapat berdiskusi tentang politik atau bergabung dalam grup politik tertentu jika diinginkan. Pasalnya, hal tersebut merupakan bentuk dari kebebasan berekspresi.

"Karena diskusi politik itu bisa untuk mengatur gerakan akar rumput, menentang ketidakadilan, atau belajar dari orang-orang dengan perspektif yang berbeda," kata Zuckerberg.

Zuckerberg menyebut bahwa, aturan baru ini hanya akan mempengaruhi sedikit pengguna. Dalam hal ini, yaitu pengguna yang memang tidak tertarik dengan segala hal yang mengandung unsur politik.

Zuckerberg menambahkan, aturan ini tidak akan menyasar organisasi kesehatan dunia seperti WHO, serta akun resmi lembaga pemerintah.

Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, langkah ini diambil dengan tujuan agar konten politik yang muncul di News Feed tidak menjadi sebuah percakapan khusus yang dibahas lewat grup Facebook. Sebab, konten itu dinilai berpotensi dapat memecah belah.

Facebook pun seringkali dikritik sejumlah pihak termasuk penggunanya lantaran dianggap tidak mampu menangani peredaran konten politik khususnya yang beredar di grup Facebook, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Business Insider, Jumat (12/2/2021).

Di dalam grup tersebut, tak jarang ditemukan adanya pembahasan mengenai isu-isu politik yang terkadang masih diragukan kebenarannya.

Diminta merombak algoritma

Sebelumnya, beberapa perwakilan dari Partai Demokrat AS sempat meminta Facebook dan perusahaan media sosial lainnya untuk merombak rekomendasi dan algoritma mereka guna mengurangi penyebaran konten yang dapat mengundang keributan, penghasutan, dan kekerasan di platform mereka.

Para anggota parlemen AS menyebut bahwa Facebook menciptakan "ruang gema digital" dan berpotensi dapat menimbulkan aksi radikalisme.

Pasalnya, tahun lalu pengguna Facebook di AS diketahui membuat sejumlah grup yang dengan tujuan untuk membahas seputar kampanye, respon negatif, dan mendukung salah satu kandidat.

Hasil riset pun menunjukkan hal serupa. Menurut penelitian lembaga survei Pew Research Center, menunjukkan bahwa 64 persen orang di Amerika Serikat menganggap bahwa media sosial membawa dampak negatif di negara tersebut.

Adapun lebih dari 50 persen pengguna media sosial khususnya kalangan dewasa mengatakan bahwa mereka tidak tertarik dengan unggahan atau diskusi politik. Sementara, sekitar 15 persen diantaranya mengatakan mereka suka dengan hal-hal berbau politik.

Pakar media sosial dari West Virginia University, Elizabeth Cohen mengatakan, uji coba aturan baru ini mungkin akan membantu Facebook dalam menakar dan menganalisa lebih lanjut antara kepentingan bisnisnya dan kekhawatiran penggunanya.

"Apa yang Facebook coba lakukan sekarang kedengarannya adalah mencoba untuk menguji dan melihat sisi mana yang bisa menimbulkan ketertarikan pengguna," kata Cohen.

https://tekno.kompas.com/read/2021/02/12/16070007/facebook-mulai-batasi-konten-politik-di-indonesia-apa-dampaknya-bagi-pengguna

Terkini Lainnya

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

Software
Steam Gelar 'FPS Fest', Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Steam Gelar "FPS Fest", Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Game
AMD Umumkan Prosesor Ryzen Pro 8000, Bawa AI ke Laptop dan Desktop

AMD Umumkan Prosesor Ryzen Pro 8000, Bawa AI ke Laptop dan Desktop

Hardware
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke