Salin Artikel

Kilas Balik Samsung Galaxy Note Series yang Kini Pensiun

KOMPAS.com - Hadirnya Samsung Galaxy S22 Ultra pada bulan lalu, secara tidak langsung menegaskan bahwa Samsung Galaxy Note series kini telah pensiun.

Perusahaan membekali Galaxy S22 Ultra dengan “DNA” desain dan teknologi yang biasa disematkan pada lini ponsel Galaxy Note.

Dari segi desain, Galaxy Ultra S22 Ultra punya sudut bodi yang hampir mirip dengan Galaxy Note 20 Ultra, yakni sudut menyiku, bukan melengkung seperti umumnya yang dipakai pada Galaxy S series.

Kemudian, adaptasi yang paling mencolok juga bisa ditemukan pada penggunaan S Pen atau stylus (pena) khas Samsung di Galaxy S22 Ultra. Ponsel ini punya kompartemen khusus di bagian bodi bawah yang memuat S Pen, persis seperti Galaxy Note series.

Dengan dua persamaan tersebut, Galaxy S22 Ultra kerap dijuluki juga secara tidak resmi dengan Galaxy Note 22 Ultra. Secara kasar, dua persamaan itu memang cukup untuk mengatakan bahwa Galaxy Note series kini telah pensiun dan digantikan oleh Galaxy S22 Ultra.

Berakhirnya lini ponsel Galaxy Note juga ditegaskan oleh Roh Tae-moon, Head of Samsung Electronics Mobile Experience, yang mengatakan bahwa Galaxy S Ultra bakal menggantikan Galaxy Note series mulai saat ini.

"Galaxy Note akan keluar sebagai (Galaxy S) Ultra mulai sekarang,” kata Roh Tae-moon dalam wawancara di sela acara MWC (Mobile World Congress) 2022, sebagaimana dilansir XDA Developer, Rabu (2/3/2022).

Dari pernyataan tersebut menandakan perusahaan secara resmi tidak bakal merilis model ponsel baru dalam seri Galaxy Note. Sebaliknya, jajaran Galaxy S Ultra ke depan akan menjadi penerus seri Galaxy Note yang telah pensiun.

Hingga pengumuman tersebut mencuat ke publik, Galaxy Note series sejauh ini berarti telah mengisi pasar ponsel flagship selama kurang lebih 10 tahun. Banyak kisah yang menghiasi kehadiran model dari lini ponsel Galaxy Note ini.

Penasaran dengan kisahnya? berikut kilas balik Samsung Galaxy Note series yang kini telah pensiun.

Samsung pertama kali meluncurkan ponsel Galaxy Note generasi pertama tahun 2011. Saat itu, Galaxy Note hadir secara mengejutkan, dengan mengusung bentang layar yang relatif lebih besar daripada ponsel kebanyakkan saat itu.

Galaxy Note generasi pertama mengusung layar berbentang 5,3 inci dengan resolusi HD. Samsung setidaknya mendapat dua cemoohan akibat rilisnya ponsel tersebut. Galaxy Note generasi pertama dianggap punya layar yang terlalu besar.

Kemudian, Galaxy Note generasi pertama juga diejek terlalu kuno karena mengusung stylus seperti pada ponsel lawas dengan layar sentuh kapasitif. Namun ejekan itu semuanya berubah, setelah Samsung berhasil menjual 10 juta unit Galaxy Note generasi pertama.

Galaxy Note akhirnya mampu menjadi acuan untuk smartphone Android di masa-masa selanjutnya. Ponsel ini berhasil mengubah anggapan umum tentang pengguna tidak menginginkan layar besar, sebagaimana dilansir Android Authority.

Galaxy Note 2 dirilis pada tahun 2012, yang membawa sejumlah penyempurnaan. Samsung kala itu berhasil menjual lebih dari 3 juta unit dalam waktu dua bulan setelah peluncuran.

Galaxy Note 2 didukung layar yang lebih besar dari pendahulunya, yakni sebesar 5,5 inci dengan dimensi yang lebih tipis. Samsung juga mengurangi latensi untuk input S Pen di layar pada Galaxy Note 2.

Kemudian, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga mengenalkan fitur Air View di Galaxy Note 2, yang memungkinkan pengguna untuk meninjau konten di ponselnya menggunakan S Pen tanpa harus menyentuh layar.

Di tahun 2013, Samsung meluncurkan Galaxy Note 3 dengan layar yang lebih besar juga, yakni 5,7 inci dengan panel Full HD. Ponsel ini telah didukung dengan berbagai fitur seperti pengambilan video 4K, Gorilla Glass 3, serta beragam sensor untuk membaca data seperti kelembaban dan suhu.

Galaxy Note 3 juga saat itu punya desain yang berbeda untuk menyasar kalangan pebisnis. Di sisi desain, Samsung menambahkan kulit imitasi untuk membungkus bagian punggung Galaxy Note 3, sehingga bisa muncul kesan klasik dan elegan.

S Pen juga mengalami peningkatan pada Galaxy Note 3, dengan kehadiran fitur Air Command, yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan pintasan hanya dengan klik tombol di stylus.

Sementara itu, Galaxy Note 3 berhasil terjual lebih dari 10 juta unit dalam dua bulan pertama, sehingga menjadikannya sebagai salah satu ponsel terlaris tahun 2013.

Kemudian di tahun 2014, lahir model Galaxy Note series baru dengan dirilisnya Galaxy Note 4. Resolusi layar ponsel ini ditingkatkan dari sebelumnya, dengan menggunakan panel Super AMOLED Quad HD. Layar tersebut juga dilapisi kaca pelindung Gorilla Glass 4.

Samsung juga membekali ponsel ini dengan sensor pembaca sidik jari di tombol home. Galaxy Note 4 dibekali dengan kamera beresolusi 16 MP dengan dukungan stabilisasi kamera (OIS). Sensitivitas S Pen juga mengalami peningkatan sehingga tingkat kontrolnya jadi lebih fleksibel.

Hampir beberengan dengan rilisnya Galaxy Note 4, Samsung juga merilis ponsel dengan nama Galaxy Note Edge. Ponsel ini merupakan hasil eksperimen pertama penggunaan layar lengkung. Layar Galaxy Note Edge hanya melengkung di sisi kanan, sementara sisi kiri masih datar seperti biasa.

Dirilis pada tahun 2015, Galaxy Note 5 membawa peningkatan yang cukup signifikan. Samsung mulai menggunakan baterai tanam yang tidak bisa dilepas pada Galaxy Note 5. Ponsel ini juga tidak didukung lagi dengan slot kartu microSD, untuk memperluas kapasitas penyimpanan secara eksternal.

Kemudian di segi desain, bodi Galaxy Note 5 menggunakan material berbahan kaca dan logam. Sementara itu di sektor daya, Galaxy Note 5 juga sudah didukung dengan pengisian daya cepat 15 W dan pengisian daya nirkabel.

Tahun berikutnya, penamaan model Galaxy Note series sedikit berbeda dengan langsung melompat ke Galaxy Note 7, bukan Galaxy Note 6. Galaxy Note 7 sudah dibekali dengan konektor USB tipe C.

Samsung juga membawa kembali slot microSD di Galaxy Note 7, yang tidak ada di Galaxy Note 5. Ponsel ini juga telah didukung dengan sertifikasi tahan air IP68. Ponsel ini juga menjadi model pertama dari Galaxy Note series yang menggunakan layar lengkung di kedua sisi.

Galaxy Note 7 yang diluncurkan pada Agustus 2016 memiliki kisah yang cukup memalukan bagi perusahaan. Banyak laporan masuk dari pengguna yang menyebut bahwa ponsel itu terlalu panas dan bahkan bisa meledak.

Samsung akhirnya mencabut semua ponsel Galaxy Note 7 kurang dari dua bulan setelah peluncuran awalnya. Samsung akhirnya merilis lagi model Galaxy Note 7 yang telah diperbarui pada tahun 2017, dengan nama Galaxy Note FE (Fan Edition).

Masih di tahun 2017, Samsung merilis juga model penerus lini Galaxy Note dengan diumumkannya Galaxy Note 8. Ponsel ini menjadi model Galaxy Note series pertama yang tidak lagi menyertakan tombol home fisik.

Sensor pembaca sidik jari dipindahkan ke bagian punggung ponsel di bawah kamera belakang. Di segi layar, Galaxy Note 8 menggunakan panel Super AMOLED 6,3 inci beresolusi QHD Plus. Kemudian, ponsel ini juga menjadi model pertama yang mengusung dua pengaturan kamera beresolusi 12 MP.

Untuk dapur pacunya, Galaxy Note 8 dibekali chipset Exynos 8895 buatan Samsung atau Qualcomm Snapdragon 835 untuk pasar Amerika Serikat dan China.

Selanjutnya, Galaxy Note 9 diumumkan pada Agustus 2018 dengan desain yang hampir mirip dengan Galaxy Note 8, namun memiliki bentang layar yang lebih besar, yakni 6,4 inci. Layar tersebut menggunakan panel Super AMOLED beresolusi QHD Plus.

Di bagian punggung, ponsel ini juga memiliki dua pengaturan kamera yang beresolusi 12 MP. Untuk dapur pacunya, Galaxy Note 9 dibekali chipset Exynos 9810 buatan Samsung atau Qualcomm Snapdragon 845 untuk pasar Amerika Serikat dan China.

Samsung biasanya hanya mengeluarkan satu model pada Galaxy Note series, namun itu mulai tidak berlaku sejak dirilisnya Galaxy Note 10 series pada tahun 2019.

Terdapat dua model ponsel yang dirilis bersamaan pada Galaxy Note 10 series, antara lain Galaxy Note 10 versi reguler dan Galaxy Note 10 Plus. Dari segi desain, kedua ponsel ini bisa dikatakan sangat mirip. Namun, Galaxy Note 10 Plus punya bentang layar yang lebih besar, yakni 6,8 inci.

Sedangkan saudaranya, memiliki bentang layar sebesar 6,3 inci. Panel yang digunakannya pun berbeda, layar Galaxy Note 10 Plus menggunakan panel QHD Plus Dynamic AMOLED. Sementara Galaxy Note versi reguler dibekali layar dengan panel FullHD+ Dynamic AMOLED.

Galaxy Note 10 series menjadi model ponsel pertama dari lini Galaxy Note series yang punya desain layar Infinity-O, atau lubang untuk memuat kamera selfie 10 MP yang menyatu dengan layar.

Di bagian punggung, dua model ponsel tersebut memiliki pengaturan kamera belakang yang berbeda. Galaxy Note 10 Plus dibekali empat pengaturan kamera, sedangkan saudaranya hanya tiga pengaturan kamera.

Meski demikian, kamera utama dari dua model tersebut sama-sama beresolusi 16 MP.

Dengan rilisnya Galaxy S22 Ultra bulan lalu, berarti lini ponsel Galaxy Note harus berakhir di Galaxy Note 20 series yang dirilis pada tahun 2020. Di tahun 2021, Samsung tidak merilis model ponsel dari lini Galaxy Note.

Sama seperti Galaxy Note series sebelumnya, terdapat dua model yang melengkapi jajaran Galaxy Note 20, yakni Galaxy Note 20 versi reguler dan Galaxy Note 20 Ultra. Perbedaan dari dua model ponsel itu bisa ditemukan secara langsung dengan melihatnya secara sekilas.

Di bagian punggung, Galaxy Note 20 Ultra punya modul atau wadah kamera belakang berbentuk persegi yang lebih besar ketimbang saudaranya.Dua model ponsel ini sama-sama punya tiga pengaturan kamera belakang yang sama, namun beda resolusi dan sensor.

Galaxy Note 20 versi reguler dibekali tiga kamera belakang, yang terdiri dari kamera wide angle 12 MP (f/1.8), kamera telephoto 64 MP (f/2.0), dan kamera ultra wide 12 MP (f/2.2).

Sedangkan Galaxy Note 20 Ultra, didukung dengan kamera wide angle 108 MP (f/1.8), kamera telephoto 12 MP (f/3.0), dan kamera ultra wide 12 MP (f/2.2). Kemudian, di bagian kamera belakang Galaxy Note 20 Ultra turut dilengkapi sensor Laser AF.

Perbedaan juga terletak pada bentang layar dan panel yang digunakan pada dua model tersebut. Galaxy Note 20 versi reguler dibekali layar Super AMOLED Plus berbentang 6,7 inci. Sementara saudaranya dibekali layar Dynamic AMOLED dengan bentang 6,9 inci.

Galaxy Note 20 series menjadi penutup kisah perjalanan dari lini ponsel Galaxy Note. Pengguna tidak bakal bisa menemukan lagi nama “Note” di model ponsel Samsung generasi selanjutnya.

Demikian akhir cerita Galaxy Note series yang kini telah pensiun, semoga bermanfaat.

https://tekno.kompas.com/read/2022/03/02/15150077/kilas-balik-samsung-galaxy-note-series-yang-kini-pensiun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.