Salin Artikel

Netflix Kehilangan Hampir 1 Juta Pelanggan, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Sebelumnya, Netflix kehilangan 200.000 subscriber pada kuartal I-2022. Penurunan jumlah pelanggan berbayar pada tiga bulan pertama 2022 itu merupakan yang pertama kali terjadi dalam 10 tahun terakhir. Sebab, terakhir kali Netflix kehilangan pelanggannya adalah pada Oktober 2011.

Setelah kehilangan 200.000 subscriber, Netflix meramalkan platformnya bakal kehilangan hingga 2 juta subscriber pada kuartal II-2022. Setelah kuartal II-2022 berakhir, ternyata jumlah pengurangannya tidak sebesar yang diperkirakan oleh Netflix.

Meski begitu, tetap saja, pengurangan 970.000 subscriber pada periode ini menandai penyusutan jumlah pelanggan berbayar terbesar sepanjang sejarah keberadaan Netflix.

Netflix melaporkan total ada 220,67 juta pelanggan yang mengakses layanan video-on-demand miliknya per 30 Juni 2022.

Di tengah melesunya pertumbuhan pelanggan, Netflix mengestimasikan hanya akan menambah 1 juta subscriber baru pada kuartal III-2022, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (22/7/2022).

Salah satunya adalah kebiasaan pengguna berbagi akun dan password (password sharing) dengan pengguna lain yang tidak satu rumah. Nah, untuk menyiasatinya, Netflix telah menyiapkan dua strategi.

Strategi pertama, menghadirkan langganan Netflix dengan harga murah, tetapi dengan iklan. Opsi berlangganan ini dipastikan bakal hadir pada awal 2023.

Sayangnya, Netflix belum memberikan informasi lebih lanjut soal skema layanan Netflix murah dengan iklan ini. Termasuk belum mengungkap berapa lama durasi iklan yang akan ditampilkan dan berapa harga langganan Netflix dengan iklan tersebut.

Namun, menurut rumor yang beredar, harga langganan paket murah Netflix dengan iklan diprediksi bakal dibanderol dengan harga yang tak jauh berbeda dengan harga langganan Apple TV+ yang sebesar 4,99 dollar AS atau sekitar Rp 73.888.

Strategi yang kedua adalah dengan memungut biaya tambahan bagi pengguna yang berbagi akun dan password dengan pengguna lain yang tidak satu rumah.

Kebijakan ini kabarnya sedang diuji coba oleh Netflix kepada para pengguna di wilayah Amerika Latin, termasuk di Argentina, El Salvador, Guatemala, Honduras, dan Republik Dominika dengan metode yang agak berbeda.

Menurut laporan Bloomberg, di Argentina, pengguna harus membayar biaya tambahan 219 peso atau setara Rp 25.400. Sementara di negara lainnya, dikenai biaya tambahan 2,99 dollar AS atau setara Rp 44.700.

Pelanggan Netflix yang kebagian uji coba tersebut diberikan opsi untuk membayar biaya tambahan atau beralih ke akun berbayar baru.

Biaya tambahan tersebut berlaku bagi pelanggan yang mengakses Netflix di luar rumah atau di lokasi yang tidak terdaftar dalam paket berbagi password "family" selama lebih dari dua minggu.

Jika Netflix mendeteksi pelanggan mengakses akun dari luar rumah, melebihi tenggat waktu tersebut, mereka akan mendapat notifikasi dalam aplikasi. Notifikasi itu mengharuskan pelanggan terkait untuk membayar biaya tambahan atau mengubah akun utama.

https://tekno.kompas.com/read/2022/07/22/08000077/netflix-kehilangan-hampir-1-juta-pelanggan-terbanyak-sepanjang-sejarah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.