Sony Merugi, Laba Nintendo Turun

Kompas.com - 11/05/2010, 14:50 WIB
Editorwah

TOKYO, KOMPAS.com - Produsen elektronik asal Jepang, Sony Corporation mencatatkan kerugian pada periode yang berakhir 31 Maret 2010. Sony, Senin kemarin (10/5/2010) melaporkan kerugiannya pada periode itu mencapai 41 miliar yen atau 441 juta dollar AS. Tapi, menurut manajemen Sony, nilai kerugian itu 41 persen lebih rendah dari proyeksi tiga bulan lalu yang mencapai 70 miliar yen.

Melesetnya proyeksi disebabkan efisiensi biaya pada divisi game dan komputer jauh lebih besar dari perkiraan semula dan keuntungan yang diraih para pemegang saham. Kerugian yang dibukukan pada periode tadi dipicu rendahnya pendapatan perusahaan. Di periode itu pendapatan Sony 7,21 triliun yen, 1,2 persen lebih rendah dari proyeksi.

Sejumlah analis menilai, untuk mendongkrak pendapatan tahun ini, CEO Sony, Howard Stringer akan mengandalkan pemulihan permintaan elektronik global. "Sony mungkin akan fokus meningkatkan penjualan tahun ini," kata Nobuo Kurahashi analis di Mizuho Financial Group Inc di Tokyo.

Laba Nintendo

Sementara itu, produsen video game terbesar di dunia, Nintendo Co, sebelumnya melaporkan laba bersihnya untuk periode 12 bulan yang berakhir Maret 2010 mencapai 200 miliar yen atau sekitar 2,1 miliar dollar AS. Laba ini turun 13 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Perusahaan yang berbasis di Kyoto, Jepang itu, menyatakan, anjloknya laba tersebut dipicu oleh turunnya penjualan game Wii konsol untuk tahun kedua. Namun, manajemen Nintendo menyebutkan, laba pada periode tersebut lebih rendah dari perkiraan kalangan analis yang mengestimasi kerugian Nintendo akan mencapai 220 miliar yen.

Turunnya laba itu juga disebabkan turunnya pendapatan di periode tersebut sebesar 2,4 menjadi 1,4 triliun yen. "Penjualan Wii mungkin akan turun menjadi 18 juta unit, penurunan untuk yang kedua kalinnya, setelah penurunan di tahun fiskal 2009," kata manajemen.

Manajemen juga menyatakan, penjualan untuk konsol portabelnya, DS, juga tidak jauh berbeda. Perangkat ini mencapai rekor penjualan di Amerika Utara sepanjang tahun. Namun, penjualan di Jepang tidak ada perubahan. Bahkan, penjualan di Eropa menurun dari sepertiganya tahun lalu.(KONTAN/Herry Prasetyo, Dikky Setiawan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.