Rokok Elektronik Meledak di Mulut Ketika Dihisap

Kompas.com - 19/02/2012, 08:23 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

KOMPAS.com - Seorang pria di Florida, AS, harus dilarikan ke rumah sakit karena mulutnya terbakar ketika merokok. Pria berusia 57 tahun tersebut menggunakan rokok elektronik yang kemudian meledak di mulutnya saat dihisap. Ledakan itu menyebabkan ia harus menjalani perawatan intensif untuk lidah dan gigi depannya.

Pria yang tak disebutkan namanya tersebut memang menggunakan rokok elektronik untuk menggantikan rokok asli. Rokok elektronik dipercaya sebagai terapi yang efektif untuk menghilangkan kecanduan merokok tanpa meninggalkan kebiasaan menghisap bentuk fisik rokok.

Pihak kepolisian tidak menyebutkan merk rokok yang menyebabkan pria ini harus mengalami insiden kebakaran kecil di rumahnya. Akibat ledakan, karpet dan beberapa foto di dinding rumah pria tersebut harus ikut terbakar.

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap produsen rokok yang menyebabkan ledakan di mulut pengguna.

Rokok elektronik tidak dianjurkan Badan Kesehatan Dunia

World Health Organization (WHO) pada rilis yang dipublikasikan 19 September 2008 sudah menyatakan penolakan terhadap rokok elektronik. "Rokok elektronik bukan terapi nikotin yang memadai," ujar dokter Ala Alwan, Assistant Director-General dari WHO's Noncommunicable Diseases and Mental Health Cluster.

Tipikal dari rokok elektronik adalah terbuat dari stainless steel yang memiliki lubang untuk menaruh nikotin cair dalam berbagai konsentrasi. Rokok elektronik didukung oleh baterai isi ulang yang membuatnya menyala seperti rokok asli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengguna bisa menyalakan dan menghisapnya tanpa menghasilkan asap yang nyata. Akan tetapi, zat kimia yang dihisapnya sama berbahayanya dengan rokok asli ketika masuk ke tubuh.

WHO tidak memiliki bukti ilmiah dari produsen rokok elektronik bahwa produk ini aman dan layak dianjurkan. WHO menolak rokok elektronik dianggap sebagai bantuan bagi perokok untuk menghentikan kebiasaan merokok.

Food and Drug Administration (FDA) di AS pada tahun 2010 pernah mengingatkan lima perusahaan rokok elektronik untuk membuat praktek manufaktur yang baik, juga membuat klaim kesehatan yang bisa dibuktikan dari penggunaan rokok elektronik.

Rokok elektronuk diproduksi pertama kali di China pada tahun 2004. Negara lain kemudian mengadopsi konsep rokok elektronik ini dan memproduksinya di negaranya, yakni Brazil, Kanada, Finlandia, Israel, Lebanon, Belanda, Swedia, Turki, Inggris, dan AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.