Telkom Akan Bangun Disaster Recovery Center

Kompas.com - 09/12/2012, 11:49 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

Aditya Panji/KOMPAS.com Direktur Utama Telkom Arief Yahya

 

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk akan membangun Disaster Recovery Center (DRC) di tahun depan. Pembangunan DRC ini untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan.

Direktur Utama Telkom Arief Yahya menjelaskan pembangunan DRC ini merupakan pengembangan data center perseroan. Sebab, bisnis data center menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan teknologi informasi.

"Setelah akuisisi data center milik IBM di Sentul, kami akan membangun DRC di Balikpapan tahun depan," kata Arief saat ditemui media di acara Anugerah BUMN 2012 di Hotel Four Seasons Jakarta, Kamis (6/12/2012).

Menurut Arief, pemilihan lokasi di Balikpapan ini merupakan salah satu tempat yang tahan terhadap gempa. Di antara semua kepulauan Indonesia, wilayah tersebut memang dianggap tahan goncangan. Selain itu, lokasi ini juga dekat dengan bandara Sepinggan Balikpapan. Apalagi bandara tersebut juga akan dikembangkan menjadi bandara internasional dengan kapasitas penumpang yang besar.

"Selain soal rawan gempa, jaringan telekomunikasi kita di sana juga bagus, transportasi juga bagus," tambahnya.

Pembangunan DRC di Balikpapan ini akan memiliki luas tanah sekitar 20.000 meter persegi (m2). Perseroan akan membangun sendiri fasilitas DRC tersebut. "Untuk nama dan pendanaannya, kami belum bisa sebut," jelasnya.

Namun yang jelas, Telkom sudah menganggarkan belanja modal (capital expenditure) di 2013 Rp 20 triliun. Anggaran belanja modal ini akan dialokasikan 60 persen untuk Telkomsel, sekitar 20-30 persen untuk pengembangan infrastruktur broadband dan sisanya ke anak usaha yang bergerak di bisnis information, media dan edutainment.

Pendanaan belanja modal tersebut berasal dari kas internal. Biasanya belanja modal ini dianggarkan 25 persen dari total pendapatan yang diraih di tahun sebelumnya. Di akhir tahun ini, Telkom menargetkan pendapatan bisa mencapai Rp 76,95 triliun, naik dibandingkan pencapaian 2011 sebesar Rp 71,25 triliun.

Di tahun depan, perseroan menargetkan pendapatan sebesar 8-10 persen. Kenaikan target tersebut dianggap sudah di atas rata-rata industri telekomunikasi yang hanya naik 6 persen. Di akhir tahun ini, Telkom juga menargetkan laba bersih 5-7 persen menjadi Rp 8,4-8,56 triliun.

"Laba ini masih dikontribusikan dari pendapatan seluler (67 persen) dan layanan data (broadband) 15 persen. Tahun depan, kita akan genjot pendapatan dari data 20 persen," jelasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X