Path Ingin Serius Garap Indonesia

Kompas.com - 25/07/2013, 13:22 WIB
Business Manager Path, Andreas Bezamat-Homer Aditya Panji/KompasTeknoBusiness Manager Path, Andreas Bezamat-Homer
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan jejaring sosial internet Path mulai melebarkan sayap bisnisnya di Indonesia. Selain bermitra dengan produsen perangkat mobile, Path juga mengincar operator seluler.

Kedatangan Path di Indonesia ditandai dengan menjalin kemitraan bersama Sony Mobile Communications Indonesia. Path menjadi aplikasi bawaan di ponsel pintar Sony Xperia Z Ultra.

Business Manager Path, Andreas Bezamat-Homer mengatakan, ini adalah pertama kalinya Path menjadi aplikasi bawaan di sebuah perangkat mobile. Saat ini, aplikasi Path tersedia untuk perangkat iOS dan Android.

"Saya rasa kerjasama dengan Sony Xperia Z Ultra adalah awal yang baik. Selanjutnya kami akan bekerjasama dengan operator seluler, termasuk XL, Telkomsel, dan Indosat," tutur Andreas di sela acara peluncuran Xperia Z di Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Bersama operator seluler, Path akan merancang paket data (internet) yang menarik untuk aplikasi tersebut agar jumlah pengguna Path di Indonesia terus bertambah.

Jualan filter foto dan video, serta stiker digital

Seperti perusahaan pada umumnya, Indonesia diincar karena memiliki pasar yang besar dan perekonomian yang makin berkembang. Dari 12 juta pengguna Path di dunia, Indonesia masuk tiga besar negara dengan jumlah pengguna terbanyak hingga kuartal dua tahun 2013.

Andreas mengatakan, kebanyakan pengguna Path dari Indonesia mempublikasi konten foto dan gambar. "Ini berarti ada kesempatan bagi Path untuk berjualan filter foto dan video di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, Path juga berusaha menghasilkan uang dengan menjual stiker digital untuk menambah nuansa ceria saat pengguna meninggalkan komentar maupun chatting.

Tidak menutup kemungkinan Path akan mengikuti jejak aplikasi pesan instan seperti KakaoTalk, Line, dan WeChat, untuk membuat stiker digital bernuansa lokal. "Saya melihat ada yang menarik dengan batik. Tapi, kami tidak tahu pasti, karena kami akan selalu memikirkan banyak cara untuk membuat semua orang senang memakai Path," tuturnya.

Untuk menjalankan bisnisnya, hingga kini Path masih sangat bergantung dari suntikan dana para investor. Mereka masih dalam tahap merintis dan masih mencari strategi bisnis yang tepat untuk mendulang keuntungan.

Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh mantan karyawan Facebook, Dave Morin. Path berkantor pusat di San Fransisco, Amerika Serikat, dengan 50 karyawan. Mereka juga memiliki kantor di Tokyo, Jepang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X