Indonesia Rancang Persinyalan Kereta Api Berbasis Komputer

Kompas.com - 27/08/2013, 09:46 WIB
Kereta api melintas meninggalkan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOKereta api melintas meninggalkan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2013).
EditorReza Wahyudi
Di tengah-tengah kemajuan teknologi transportasi perkeretaapian dunia yang semakin maju, dan melihat kondisi dalam negeri yang masih banyak bergantung akan produk-produk impor, ternyata masih ada industri perkeretaapian lokal, PT Len-Industri, yang cukup serius mengembangkan teknologi persinyalan kereta api.

Bermodal pengalaman dan keyakinan, mereka mengembangkan teknologi persinyalan dalam waktu cukup lama untuk menguasai teknologi ini. Saat ini, produk mereka yang terbaru merupakan hasil kerja sama konsorsium antara PT Len-Industri dengan Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Perhubungan dibantu oleh ITB, ITS, dan BPPT.

Produk persinyalan terbaru ini menggunakan teknologi CBI (Computer Based Interlocking) atau SIL03 (System Interlocking Len untuk seri yang ke-3) dalam serial produk yang dimiliki PT Len-Industri.

Produk ini mempunyai karakteristik dalam penghematan komponen dan peningkatan TKDN sampai 60 persen. Prototipe produk CBI yang pertama telah berhasil di-launching oleh Menteri Perhubungan bersama-sama Menteri Negara Riset dan Teknologi pada bulan Desembar 2012 di stasiun Gumilir, Cilacap. 

Sejak dipasang sampai sekarang, produk ini mengalami beberapa kali improvement. Ini semua merupakan bagian dari pengujian dan improvement teknologi yang memang seharusnya dijalankan untuk mematangkan teknologi tersebut.

Baru-baru ini teknologi ini juga mendapatkan penghargaan yang cukup penting di lingkungan Kementerian BUMN dengan masuk kategori “The Best Technology Innovation of Infrastructure Sectors”.

Sebuah penghargaan yang diberikan oleh Kementerian BUMN untuk produk-produk yang dihasilkan oleh industri BUMN. Sebuah penghargaan yang cukup memotivasi industri untuk mengambil peran dalam pengembangan teknologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi Kemenristek, momen tersebut menjadi pembuktian bahwa apa yang dilakukan Kemenristek dengan program konsorsiumnya sudah terbukti benar dan membuahkan hasil. Model ABG (Academic, Business, and Government) seperti ini dapat diterapkan untuk pengembangan produk-produk yang lain.

Secara nasional kebijakan Kemenristek dalam pengembangan teknologi di industri akan meningkatkan peran industri tersebut dalam peningkatan daya saing. (ad5-dep4/ humasristek)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X