Kompas.com - 06/09/2013, 07:49 WIB
Nokia Associated PressNokia
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat

Nokia beruntung sudah mengantisipasi pergeseran bisnis utama, dari ponsel menuju infrastruktur jaringan telekomunikasi. Pada Agustus 2013 lalu, Nokia telah membeli 50 persen saham Siemens dalam perusahaan patungan Nokia Siemens Network, sebesar 1,7 miliar euro.

Nokia Siemens Networks kemudian berubah nama menjadi Nokia Solutions and Networks. Rajeev Suri dipertahankan untuk menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut.

"Nokia baru yang sekarang ini tidak seksi dan tidak akan memiliki pertumbuhan yang spektakuler, tetapi tidak akan menderita kegagalan spektakuler juga," kata Daniel Lacalle, manajer senior portofolio di Ecofin asal Inggris.

"Nokia akan jauh lebih kompetitif karena tidak akan membuang-buang uang lagi," lanjutnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/9/2013).

Bloomberg melaporkan, unit bisnis infrastruktur jaringan telekomunikasi Nokia baru bisa meraih keuntungan setelah enam tahun lalu selalu mengalami kerugian. Unit bisnis ini berkembang setelah menawarkan teknologi 4G LTE.

Chief Financial Officer Nokia Timo Ihamuotila, yang juga menjabat sebagai presiden sementara, mengatakan bahwa Nokia Solutions and Networks adalah perusahaan yang sangat efisien dan dapat berinvestasi dengan cara bijaksana.

Persaingan bisnis infrastruktur jaringan semakin ketat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisnis infrastruktur jaringan telekomunikasi saat ini makin disesaki oleh perusahaan asal China yang berani memberi harga lebih murah. Baik Ercisson, Nokia Solutions and Networks, Alcatel-Lucent, Huawei, maupun ZTE berlomba menjalin kerja sama dengan operator seluler untuk memperbarui infrastruktur telekomunikasinya menuju teknologi 4G LTE.

"Teknologi 4G adalah bisnis dengan margin tinggi karena ada teknologi baru yang dipatenkan, dan hanya ada beberapa pemain yang menawarkan itu," kata Mikko Ervasti, analis dari Evli Bank di Finlandia.

Menurut lembaga riset Gartner, Nokia Siemens Networks (sekarang Nokia Solutions and Networks) menguasai 15 persen pangsa pasar peralatan jaringan seluler global pada akhir 2012. Posisi pertama masih ditempati Ericsson dengan 35 persen, lalu diikuti Huawei asal China dengan 17 persen.

Beberapa analis percaya Nokia Solutions and Networks bisa menjadi bisnis yang solid bagi Nokia. "Ini akan mendapatkan keuntungan baru, dengan menawarkan upgrade teknologi 4G. Ada peluang untuk menjadi pemasok besar untuk jaringan dan peralatan telekomunikasi di seluruh dunia," tutur Hannu Rauhala, analis Pohjola Bank di Finlandia.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
- Microsoft Akuisisi Nokia

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X