Kompas.com - 13/09/2013, 13:00 WIB
Data sidik jari pengguna dienkripsi dan dikunci dalam prosesor Apple A7 AppleData sidik jari pengguna dienkripsi dan dikunci dalam prosesor Apple A7
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

iPhone 5S akan meminta password apabila perangkat tersebut di-restart atau dibiarkan dalam kondisi terkunci selama lebih dari 48 jam. Konon hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah hacker mengulur-ulur waktu ketika berusaha melewati pemindai sidik jari. Password juga digunakan sebagai backup untuk berjaga-jaga.

Disebutkan pula bahwa pemindaisidik jari iPhone bisa mendeteksi  tanda-tanda kehidupan untuk memeriksa apakah jari yang digunakan benar merupakan jari sungguhan yang masih tersambung ke tangan atau tidak.

Soal privasi, Apple telah menjelaskan bahwa hasil pindaian sidik jari disimpan di prosesor A7 iPhone 5S dalam bentuk "data yang terenkripsi". Di sini, data tersebut dikunci dan tidak bisa diakses oleh software lain. Data sidik jari juga tidak diunggah ke server Apple ataupun iCloud.

Data sidik jari pengguna dienkripsi dan dikunci dalam prosesor Apple A7

Ada pula kekhawatiran bahwa Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) bisa menyadap data sidik jari pengguna dari Apple. Kalau klaim Apple tentang penyimpanan lokal data sidik jari itu benar adanya, ketakutan tersebut mungkin kurang beralasan, walaupun tetap mungkin terjadi.

Akan tetapi, jikapun benar NSA atau penjahat cyber bisa dan akan menyadap sidik jari pengguna, bukankah itu berarti data sensitif lain yang lebih rawan bisa diperoleh dengan sama mudahnya? Misalnya saja, data kartu kredit, PIN, data lokasi GPS, dan informasi lain-lain yang digunakan dalam transaksi online sehingga seharusnya menjadi kekhawatiran yang lebih besar dibanding data sidik jari.

Apabila pengguna masih merasa kurang nyaman dengan kunci sidik jari, fitur ini bisa dimatikan sepenuhnya.

Pemanfaatan dalam e-commerce

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketika pengguna ingin melakukan hal-hal seperti membeli aplikasi di App Store, barulah data sidik jari dikonversikan oleh iPhone 5S menjadi digital signature untuk memberikan otorisasi. Tak perlu lagi menghapal nomor identifikasi atau kata kunci lalu susah payah mengetiknya.

Ini membuka kemungkinan baru di bidang e-commerce. Selain mempermudah transaksi karena lebih praktis, boleh jadi layanan dan toko-toko aplikasi lain juga akan tertarik mengembangkan dukungan fitur pemindaian sidik jari apabila hal tersebut ternyata populer di App Store, iTunes, dan iBooks.

Business Insider melansir bahwa tujuan sebenarnya dari Apple menerapkan Touch ID bukanlah untuk mengatasi masalah keamanan di ponsel, melainkan di akun online yang digunakan untuk berbelanja.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.