Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3G Rampung, Indonesia Sambut 4G LTE

Kompas.com - 23/10/2013, 11:36 WIB
Aditya Panji

Penulis

BALI, KOMPAS.com - Atas perintah pemerintah, lima operator seluler pemegang lisensi 3G telah menyelesaikan tata ulang jaringan 3G di frekuensi 2.100MHz pada Senin (21/10/2013). Kini, pemerintah sedang bersiap menyusun regulasi tentang penyelenggaraan jaringan 4G Long Term Evolution (LTE).

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, mengatakan, pihaknya akan membuka peluang bisnis 4G LTE pada akhir 2013. "Kita akan buka regulasinya, termasuk memberi tahu memakai frekuensi berapa, dan bagaimana cara mendaftarkannya," ujar Tifatul di sela acara Internet Governance Forum di Nusa Dua, Bali, Senin (21/10/2013).

Meski regulasinya diharapkan hadir pada akhir 2013, namun layanan komersialnya baru akan diluncurkan di tahun 2014.

Akhir tahun ini, Kemenkominfo akan melakukan uji publik Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang penyelenggaraan 4G LTE. "Kita sedang susun RPM-nya," jelas Tifatul.

Ia belum mengungkapkan di frekuensi berapakah 4G LTE akan digelar. Bagi sejumlah pihak, frekuensi 700MHz dinilai sebagai "frekuensi emas" untuk menyelenggarakan 4G LTE. Namun, saat ini frekuensi tersebut penuh digunakan untuk siaran televisi analog.

Kemenkomifo sedang melakukan program digitalisasi televisi yang akan menghapus siaran televisi analog dan diharapkan ada frekuensi bebas di frekuensi 700MHz untuk alokasi jaringan 4G LTE.

Namun, program digitalisasi televisi tersebut baru selesai paling cepat pada 2017. Sehingga, Kemenkominfo harus mencari frekuensi lain untuk menyelenggarakan 4G LTE.

Dalam ekosistem global, frekuensi favorit untuk penyelenggaraan LTE di berbagai negara adalah 700MHz, 1.800MHz, 2.100MHz, dan 2.600MHz.

General Manager Technology Roadmap & Acquisition Telkomsel, Edyson B. Tamba, berpendapat, pemerintah harus memilih frekuensi yang terbaik untuk kondisi Indonesia dan harus mengikuti ekosistem global. Jika negara memilih frekuensi yang tidak populer, maka konsumen dan perusahaan telekomunikasi harus berinvestasi lebih banyak.

"Ada sebuah riset yang menyatakan bahwa, kalau negara salah pilih teknologi yang tidak populer di pasar global, konsumen harus mengeluarkan uang lebih mahal 14 persen untuk beli perangkat ponsel atau tablet. Karena perangkat model tersebut tidak diproduksi secara massal," terang Edyson, beberapa waktu lalu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Samsung Experience Lounge Hadir di Jakarta, 'Ruangan' Smart Home dan Serba AI

Samsung Experience Lounge Hadir di Jakarta, "Ruangan" Smart Home dan Serba AI

Gadget
Bocoran iPhone 16 Series, Bawa Layar Lebih Luas dari iPhone 15

Bocoran iPhone 16 Series, Bawa Layar Lebih Luas dari iPhone 15

Gadget
Cara Mengatur Durasi Layar dan Aplikasi di iPhone

Cara Mengatur Durasi Layar dan Aplikasi di iPhone

Gadget
Microsoft Akan Beri Pelatihan AI Skilling untuk 840.000 Orang di Indonesia

Microsoft Akan Beri Pelatihan AI Skilling untuk 840.000 Orang di Indonesia

e-Business
Kenapa Aplikasi di iPhone Menginstal Ulang dengan Sendirinya? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa Aplikasi di iPhone Menginstal Ulang dengan Sendirinya? Begini Cara Mengatasinya

Gadget
Merger XL Axiata-Smartfren, Siapa Berkuasa?

Merger XL Axiata-Smartfren, Siapa Berkuasa?

Internet
Bos Microsoft Satya Nadella Ungkap Peluang Komunitas Developer Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

Bos Microsoft Satya Nadella Ungkap Peluang Komunitas Developer Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

Software
Cara Mengaktifkan Passkey di WhatsApp Android

Cara Mengaktifkan Passkey di WhatsApp Android

Software
OpenAI Rilis Fitur 'Memory' di ChatGPT, Bisa Ingat dan Kenali Pengguna

OpenAI Rilis Fitur "Memory" di ChatGPT, Bisa Ingat dan Kenali Pengguna

Software
Daftar 20 HP Terlaris Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Bukan Smartphone

Daftar 20 HP Terlaris Sepanjang Sejarah, Nomor 1 Bukan Smartphone

Gadget
Microsoft Investasi Rp 27 Triliun di Indonesia, Terbesar dalam 29 Tahun

Microsoft Investasi Rp 27 Triliun di Indonesia, Terbesar dalam 29 Tahun

e-Business
'Microsoft Build: AI Day' Digelar di Jakarta, Dihadiri CEO Microsoft Satya Nadella

"Microsoft Build: AI Day" Digelar di Jakarta, Dihadiri CEO Microsoft Satya Nadella

e-Business
Bukti Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Masih Sekadar Janji

Bukti Investasi Apple Rp 1,6 Triliun di Indonesia Masih Sekadar Janji

e-Business
Smartphone Vivo Y18e Meluncur, Bawa Layar 90 Hz dan Baterai 5.000 mAh

Smartphone Vivo Y18e Meluncur, Bawa Layar 90 Hz dan Baterai 5.000 mAh

Gadget
Tablet Xiaomi Pad 6S Pro Meluncur di Indonesia 5 Mei, Ini Bocoran Spesifikasinya

Tablet Xiaomi Pad 6S Pro Meluncur di Indonesia 5 Mei, Ini Bocoran Spesifikasinya

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com