Paul Walker Sempat "Berkicau" tentang Mentawai

Kompas.com - 02/12/2013, 18:59 WIB
Aktor AS Paul Walker tiba pada acara pemutaran perdana film Fast and Furious 6 di gedung bioskop Empire, Leicester Square, pusat London, Inggris, 7 Mei 2013. AFP PHOTO/LEON NEALAktor AS Paul Walker tiba pada acara pemutaran perdana film Fast and Furious 6 di gedung bioskop Empire, Leicester Square, pusat London, Inggris, 7 Mei 2013.
Penulis Aditya Panji
|
EditorWicak Hidayat
JAKARTA, KOMPAS.com — Aktor Paul Walker yang memerankan tokoh Brian O'Connor di film Fast and Furious meninggal dunia karena kecelakaan mobil di Los Angeles, California, AS, pada Minggu (1/12/2013). Sebelum kepergiannya, Walker sempat mendukung kampanye penyelamatan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Pada 30 Januari 2013, Walker yang menyukai Kepulauan Mentawai sebagai tempat berselancar, berkicau di Twitter tentang perusakan biota laut di pulau tersebut. Ia mengajak siapa saja untuk menandatangani petisi online di situs web Change.org agar kegiatan perusakan tersebut dihentikan.

"Help! The beautiful Mentawais Reefs of Indonesia are being DESTROYED in a brutal practice. Please sign to help stop it," tulis Walker di akun Twitter resminya, @RealPaulWaker.

Twitter Kicauan Paul Walker di jejaring sosial Twitter, yang mengajak siapa saja mengisi petisi online di Change.org untuk menyelamatkan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dari aksi pengemboman oleh kapal-kapal ilegal.
Para aktivis yang membuat petisi itu mengecam kedatangan kapal-kapal asing ilegal ke Mentawai yang mengebom terumbu karang dan biota laut demi menangkap ikan. Bukan hanya keindahan laut yang terancam, melainkan juga kelangsungan hidup masyarakat lokal.

Dalam sebuah keterangan kepada KompasTekno, pihak Change.org Indonesia mengatakan bahwa Walker berperan besar dalam menyelamatkan Kepulauan Mentawai.

Setelah petisi tersebar, dalam waktu 24 jam, semua kapal ilegal itu akhirnya pergi. Kicauan Walker dan tulisan di blog pebisnis Richard Branson membantu penyebaran petisi online hingga para target petisi mendapat ribuan e-mail mengenai keadaan Mentawai.

Sejak itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminjamkan Kapal Hiu, yang merupakan satu dari delapan kapal perang di Indonesia.

Saat Kapal Hiu berada di Mentawai, kapal-kapal bom itu tidak pernah muncul. Namun, ketika Kapal Hiu pulang, kapal bom mulai muncul lagi pada November 2013.

Para aktivis yang fokus menyelamatkan Pulau Mentawai menghubungi aparat penegak hukum. Tanpa melakukan kampanye besar, penegak hukum langsung merespons dan berhasil menangkap 2 kapal bom beserta awak kapal dalam waktu tiga hari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X