Kompas.com - 06/01/2014, 19:43 WIB
Lee Kun-hee, Chairman Samsung hype.myLee Kun-hee, Chairman Samsung
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com — Tahun baru bisa dijadikan momen untuk kembali mengevaluasi kinerja perusahaan dan menyiapkan strategi untuk tahun-tahun berikutnya. Seperti yang dilakukan raksasa teknologi dari Korea, Samsung.

Dalam pidato awal tahunnya, Chairman Samsung, Lee Kun-hee menegaskan bahwa kompetisi akan semakin keras. Karena itu, Samsung harus bisa meninggalkan kebiasaan lamanya. Apa kebiasaan lama yang dimaksud Lee Kun-hee?

"Samsung harus bisa meninggalkan strategi dan model bisnis yang dibuat lima atau sepuluh tahun yang lalu, yang hanya fokus pada hardware saja," terang Chairman Lee, seperti dikutip dari The Wall Street Journal, Jumat (3/1/2014). Lee juga mengisyaratkan agar tim riset dan pengembangan Samsung harus terus-menerus bekerja.

Mendorong kemampuan software menjadi tantangan bagi Samsung jika ingin bersaing dengan Apple dan Google di pasar mobile. Walau saat ini dominasi Samsung sangat kokoh di pasar mobile, tetapi semua itu berkat produksi hardware Samsung, bukan software.

Lee dikenal media akan pidatonya 20 tahun lalu yang mendorong agar semua karyawan Samsung mau berubah dan berinovasi. Kutipan "Ubah semuanya kecuali anak dan istrimu" yang diucapkan Lee banyak dikutip oleh media dan buku terbitan Samsung.

Lee yang kini berusia 71 tahun juga menyoroti kasus perang hak paten di pengadilan antara Samsung dan Apple. Persidangan akhirnya memutuskan bahwa Samsung bersalah dan harus membayar ganti rugi ke Apple sebesar 1 miliar dollar AS.

Beberapa insiden kerja juga disinggung Lee dalam pidatonya. Lee menginginkan agar Samsung memiliki lingkungan kerja yang paling aman. Tahun lalu pabrik semikonduktor Samsung mengalami kebocoran gas. Tangki air di pabrik Samsung juga meledak dan merenggut korban jiwa. Akibatnya, seorang chief executive rekanan usaha Samsung dipecat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para investor kini mulai khawatir dengan masa depan Samsung. Kepemilikan saham mereka turun hingga 20 persen pada tahun 2013 walau Samsung sukses dengan penjualan smartphone. Pada awal tahun harga saham Samsung juga sempat turun sebesar 4,6 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.