Benarkah Google Glass Bisa Jadi Alat Intip?

Kompas.com - 07/05/2014, 16:33 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Google Glass untuk pemakai kacamata normal.

KOMPAS.com — Setelah kali pertama diperkenalkan pada 2012 lalu, perangkat kacamata pintar Google Glass dengan cepat memperoleh reputasi sebagai alat mata-mata karena mampu merekam gambar secara diam-diam.

Seorang eksekutif Google, Astro Teller, kepala proyek Moonshot di Google X, mencoba menampik anggapan yang sudah menyebar luas ini.

"(Google Glass) adalah kamera mata-mata terburuk di dunia. Ia hanya mengarah sesuai dengan pandangan pengguna, lalu menyala ketika mengambil gambar sehingga sulit dipakai sebagai kamera mata-mata," ujar Teller ketika berbicara dalam konferensi TechCrunch Disrupt, sebagaimana dikutip oleh TechRadar.

"Kalau Anda ingin memata-matai orang, saya bisa menganjurkan perangkat lain," lanjut Teller sambil memberikan contoh "alat mata-mata" semacam smartwatch dan kamera mungil yang bisa dipasang di kancing baju.

Teller juga berusaha membantah persepsi bahwa Google Glass bisa mengalihkan perhatian pemakainya dari dunia nyata sehingga tidak acuh terhadap lingkungan sekitar.

Dia mengatakan bahwa Google berusaha menjadikan Glass sebagai alat yang membantu pengguna menyatukan dunia nyata dengan dunia digital, bukan sebaliknya.

"(Visi masa depan) dari Google Glass adalah mengharmoniskan dunia nyata dan digital… Untuk memberikan jalan bagi pengguna agar secara alamiah dan elegan berada di dunia nyata dan digital pada saat bersamaan," kata Teller.

Teller berharap, suatu hari nanti Google Glass bisa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, seperti halnya kacamata sungguhan ketika mulai digunakan 700 tahun yang lalu.

Sejauh ini, di negeri asalnya, Amerika Serikat, Google Glass telah memancing kontroversi, antara lain karena dikhawatirkan bisa melanggar privasi dengan dipakai merekam diam-diam.

Suatu ketika, seorang pengunjung bioskop pernah digelandang ke luar hanya karena menonton film dengan mengenakan Google Glass. Pengguna perangkat tersebut bahkan beberapa kali dilaporkan mengalami serangan fisik oleh orang lain yang kurang nyaman dengan kehadiran perangkat tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber TechRadar
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.