Google Dituntut Terkait Pesta Seks Bos F1

Kompas.com - 05/08/2014, 09:33 WIB
Mantan Presiden FIA, Max Mosley blick.chMantan Presiden FIA, Max Mosley
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Raksasa teknologi Google mendapat tuntutan dari mantan orang nomor satu di Formula 1, Max Mosley. Menurut Mosley, Google dianggap telah mencemarkan nama baiknya dengan menampilkan foto skandal seks yang pernah dialaminya.

Mosley, yang merupakan mantan bos FIA (Federation Internationale de l'Automobile), lembaga otomotif yang menaungi ajang balap jet darat F1, pada tahun 2008 terlibat skandal seks dengan lima pekerja seks komersil yang saat itu dilaporkan berdandan dengan seragam Nazi.

Mosley pun menyanggah bahwa tidak ada yang berpakaian atau merepresentasikan seragam Nazi dalam pesta seks-nya itu, dan menuntut media penyebarnya, tabloid News of the World pada tahun 2008.

Namun, walau telah memenangi gugatan tersebut, foto-foto tentang skandal seks Mosley ternyata masih terindeks di situs pencarian Google.

"Sebagai gerbang dunia maya, Google menangguk banyak untung dan memberikan banyak pengaruh, maka saya tidak mau menganggap remeh hal ini," ujar Mosley.

"Google juga harus mematuhi hukum yang berlaku, bukan hanya berdasar aturan yang mereka buat sendiri, jangan pernah mengesampingkan keputusan pengadilan," imbuh Mosley seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, Selasa (5/8/2014).

Pengacara yang ditunjuk Mosley sendiri mengatakan sedang berkomunikasi dengan Google untuk menyelesaikan masalah itu di luar pengadilan.

Google juga melalui juru bicaranya mengatakan telah menghubungi pihak Mosley dan mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai.

"Kami telah menghubungi Mosley untuk membicarakan permasalahan ini, kami juga telah menurunkan ratusan URL (alamat internet) yang ditunjukkan kepada kami," demikian terang Google.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X