Kompas.com - 19/08/2014, 07:34 WIB
|
EditorWicak Hidayat

KOMPAS.com - Samsung Electronics Co., perusahaan elektronik raksasa Korea yang saat ini menjadi vendor smartphone Android terbesar di dunia, sedang mempertimbangkan untuk memproduksi smartphone-nya di Indonesia.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Samsung melalui surat elektroniknya kepada The Wall Street Journal, Senin (18/8/2014).

"Samsung telah berdiskusi dengan pemerintah Indonesia untuk memproduksi smartphone guna memenuhi permintaan pasar domestik, sehingga kebutuhan konsumen lokal bisa dipenuhi secara efektif," ujar juru bicara Samsung dalam pernyataannya.

Sementara itu Mahendra Siregar, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat dihubungi The Wall Street Journal juga mengonfirmasi kabar tersebut.

Menurut Mahendra, rencananya Samsung akan memanfaatkan pabriknya yang saat ini sudah ada di luar Jakarta (kemungkinan Cikarang) untuk merakit smartphone. Saat ini Samsung memiliki pabrik di Cikarang, Bekasi, yang memproduksi harddisk optik dan perangkat konsumer elektronik, seperti TV, DVD player, serta monitor CRT.

Namun sayangnya, Mahendra menolak untuk berkomentar tentang berapa besaran investasi yang akan ditanamkan Samsung Electronics untuk membuka jalur produksi baru yang akan digunakan untuk merakit smartphone mereka di Indonesia.

Besar kemungkinannya, langkah Samsung untuk membuka pabrik di Indonesia ini adalah sebagai upaya untuk menghindari kebijakan dikenakannya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) untuk smartphone yang diimpor.

Menurut The Wall Street Journal, smartphone menjadi komoditas impor tertinggi kedua di Indonesia setelah minyak mentah di tahun 2013 lalu, jumlahnya mencapai 2,8 Miliar Dollar AS.

Peraturan pemberlakuan PPn BM untuk smartphone saat ini sedang dibahas di Kementerian Perindustrian RI. Jika jadi diberlakukan, maka smartphone impor dengan harga di atas Rp 5 juta akan dikenai pajak PPn BM sebesar 20 persen.

Dengan merakitnya di Tanah Air, maka Samsung bisa menekan harga jual smartphone-smartphone-nya di Indonesia dan terus bersaing dengan vendor-vendor lain dalam mempertahankan pangsa pasarnya.

Untuk diketahui, pangsa pasar smartphone Samsung di Indonesia hingga kuartal kedua 2014 (Juni) lalu adalah sebesar 22 persen, turun dari 30 persen di periode yang sama tahun lalu.

Strategi membangun pabrik di suatu negara untuk mendapatkan insentif pajak juga telah diterapkan Samsung di vietnam. Bulan lalu, Samsung memutuskan untuk membangun pabrik yang memproduksi layar untuk perangkat smartphone dan tablet, dengan nilai investasi mencapai 1 Miliar Dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.