Cita Citata Juga Kejutkan Layanan Musik Digital

Kompas.com - 15/01/2015, 11:02 WIB
Lagu Sakitnya Tuh Di Sini, yang didendangkan oleh Cita Citata, masuk dalam daftar video terpopuler YouTube pada 2014. YouTubeLagu Sakitnya Tuh Di Sini, yang didendangkan oleh Cita Citata, masuk dalam daftar video terpopuler YouTube pada 2014.
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Telkomsel menyediakan berbagai layanan musik digital, salah satunya adalah aplikasi LangitMusik yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan lagu secara streaming.

Di 2014 lalu, salah satu kejutan bagi penyedia layanan itu muncul dari Cita Citata.  "(Di pertengahan 2014) Kami melihat adanya peningkatan minat pengguna pada lagu Indonesia. Khususnya, lagu Cita Citata," kata Tengku Ferdi Febrian, GM Digital Music Telkomsel, saat berbincang dengan beberapa media di Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Naiknya minat pada lagu Cita Citata itu juga menggeser genre yang paling diminati pengguna layanan musik digital LangitMusik. Menurutnya, pada 2013 genre yang disukai adalah Pop. Namun di 2014 itu, genre dangdut yang melejit.

Minat pada lagu Indonesia memang diakui Ferdi cukup besar di layanan LangitMusik. Perbandingannya, ujar Ferdi, adalah 60:40 dengan angka lebih besar untuk konten lokal.

Aplikasi LangitMusik pun, menurutnya saat ini sudah memiliki katalog lebih dari 2 juta lagu. Lagu-lagu itu, tentunya, disediakan secara legal melalui kerjasama Telkomsel dengan Melon, penyedia layanan musik digital di bawah Telkom.

Ferdi mengatakan, sejak diluncurkan pada Mei 2013, aplikasi LangitMusik sudah memiliki sekitar 100.000 pengguna. Dari jumlah itu, menurutnya, masih lebih banyak pengguna gratis daripada pelanggan berbayar.

Namun ia menekankan bahwa pertumbuhan pelanggan berbayar mengalami peningkatan yang cukup dramatis pada 2014 dibandingkan 2013, dengan persentase 230 persen.

Wicak Hidayat/KompasTekno
Tengku Ferdi Febrian, GM Digital Music Telkomsel.
Layanan LangitMusik sedikit banyak akan bersaing dengan layanan serupa dari pihak asing seperti Spotify, Rdio atau Guvera. Memang, belum semuanya saat ini masuk ke Indonesia.

Beberapa yang sudah bisa digunakan di Indonesia adalah Rdio dan Guvera. Di masing-masing layanan itu, tersedia juga katalog lagu dari Indonesia.

Ferdi mengatakan, pihaknya pun menyediakan katalog lagu yang terus dikembangkan. Mulai dari lagu Indonesia, lagu asing bahkan hingga lagu daerah.

Mengenai adanya layanan asing yang mulai masuk Indonesia, Ferdi mengaku tak terlalu khawatir. Bahkan ia menyambut baik kehadiran mereka. "Karena mereka membantu LangitMusik melakukan edukasi pelanggan," ujarnya.

Hingga saat ini Ferdi mengaku Telkomsel belum memiliki rencana memperluas jangkauan layanan LangitMusik di luar pelanggan Telkomsel. Namun mereka tidak menutup kemungkinan apapun di masa depan.

Ferdi mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian utama dari Telkomsel adalah menumbuhkan kembali industri musik di Tanah Air. Layanan musik digital diyakininya bisa membantu hal itu.

Skema bagi hasil alias revenue sharing saat ini diterapkan Telkomsel pada layanan musik digitalnya. Tanpa mau menyebut angka, Ferdi mengatakan porsi pembagiannya sejauh ini memang lebih besar untuk label musik.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X