Ternyata, Komputer di QZ8501 Boleh Dimatikan Bersamaan

Kompas.com - 05/02/2015, 09:06 WIB
FAC fault AirbusFAC fault
|
EditorWicak Hidayat

Apa yang terjadi jika kedua rudder travel limiter tidak berfungsi? Jika FAC mendeteksi kerusakan dalam rudder travel limiter, sistem akan memberikan peringatan kepada kru kokpit.

Prosedur yang dibuat oleh Airbus untuk mengatasi kendala ini adalah me-reset FAC satu per satu sebagaimana terlihat dalam kutipan manual berikut ini.

"Tentunya kita tidak mau terbang dengan mengandalkan komputer yang rusak, lebih aman terbang tanpa bergantung pada komputer yang rusak itu," kata Gerry.

Jika FAC 1 dan 2 setelah di-reset satu per satu tidak berhasil, prosedur yang harus dilakukan oleh kru kokpit adalah dengan mematikan keduanya sesuai dengan prosedur yang dibuat oleh Airbus.

Airbus
FAC fault both
Dalam dokumen manual A320 juga disebut bahwa jika FAC 1 dan 2 dimatikan, rudder travel limit system, rudder trim control, yaw damper, dan PFD (primary flight display) yang menunjukkan informasi karakteristik kecepatan pesawat tidak berfungsi.

Dalam kasus QZ8501, sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasar sumber KNKT, pilot diketahui berusaha mengatasi kendala komputer FAC sebelum menanjak secara drastis dan akhirnya jatuh.

Temuan KNKT dari cockpit voice recorder (CVR) sendiri mengatakan bahwa peringatan stall dalam Airbus A320 QZ8501 berbunyi. Hal tersebut menunjukkan bahwa QZ8501 saat itu terbang bukan dalam kondisi normal law, melainkan alternate law, di mana beberapa proteksi pesawat tidak bekerja.

Dalam kondisi alternate law, pilot masih bisa mengendalikan pesawat secara manual. Hanya saja, proteksi otomatis pesawat tidak bekerja. Pilot masih bisa mengandalkan instrumen-instrumen di kokpit untuk menjaga limitasi gerak pesawat agar tidak masuk dalam kondisi yang membahayakan.

Lalu, apa yang menyebabkan pesawat terbang dalam alternate law? Menurut Gerry, hal itu bisa saja disebabkan sistem Yaw Damper (sistem yang menjaga agar pesawat tetap terbang lurus dengan kemudi serong (rudder) di sirip tegak pesawat) yang tidak bekerja karena rusak atau faktor lain.

Faktor lain adalah FAC 1 dan 2 yang dimatikan secara bersamaan. Alternate law akan bekerja dan mengharuskan pilot me-reset-nya secara bergantian. Jika tidak bisa diatasi, kedua FAC harus dimatikan sepanjang penerbangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X