Kompas.com - 04/03/2015, 09:56 WIB
Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg ketika mendengarkan pertanyaan wartawan dalam sesi tanya jawab lokakarya Mobile Efficiency Developer Workshop di Jakarta, Senin (13/10/2014) oik yusuf/ kompas.comPendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg ketika mendengarkan pertanyaan wartawan dalam sesi tanya jawab lokakarya Mobile Efficiency Developer Workshop di Jakarta, Senin (13/10/2014)
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com - Mark Zuckerberg mengejek rencana Google untuk memperluas jangkauan internet berkecepatan tinggi menggunakan balon. Menurut bos Facebook ini, balon adalah rencana tidak masuk akal.

Google memang memiliki Project Loons yang bertujuan untuk menyebarkan akses internet menggunakan balon udara. Proyek yang mirip fiksi ilmiah ini sudah dimulai sejak Juni 2013.

"Orang suka bicara hal seperti itu karena terlihat seksi. Hal itu tidak sedikitpun mencakup kerja nyata yang sedang dikerjakan. Saat ini, 90 persen orang-orang di dunia sudah hidup dalam jangkauan jaringan telekomunikasi," ujarnya di Mobile World Congress 2015, Barcelona.

Daripada mengandalkan Project Loon-nya Google yang menggunakan balon, menurut Zuckerberg, lebih baik bila menggunakan teknologi biasa dan hal-hal yang saat ini sudah diterapkan oleh operator telekomunikasi.

Zuckerberg mengatakan, masyarakat akan terhubung ke internet melalui operator layanan telekomunikasi.

Namun di sisi lain, kata-katanya itu sejalan dengan upaya Internet.org untuk menghadirkan akses internet untuk orang-orang yang selama ini kesulitan menemui titik aksesnya.

Langkah pertamanya adalah operator membangun infrastruktur telekomunikasi untuk pelanggan-pelanggan baru, kemudian pelanggan tersebut akan mencari paket data internet yang lebih baik dan menguntungkan. "Ini model yang sama-sama menguntungkan bagi rekan kami," pungkas Zuckerberg.

Dia juga menambahkan bahwa operator tak perlu takut pelanggan beralih pada layanan gratis. "Respon dari rekan kami menunjukkan bahwa ada banyak orang yang mulai memakai layanan data. Orang-orang juga mulai menggunakan lebih banyak layanan suara dan SMS, hingga bersedia membayar lebih besar," ujarnya bos Facebook itu.

"Kami telah melihat banyak kasus yang menunjukkan bahwa ARPU (average revenue per user) naik. Bahkan di negara seperti Kolombia yang masyarakatnya telah terkoneksi internet," klaimnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.