Distribusi Ruwet, "E-commerce" Indonesia Tertantang

Kompas.com - 05/03/2015, 15:05 WIB
Situs belanja online MatahariMall.com. MatahariMall.comSitus belanja online MatahariMall.com.
|
EditorWicak Hidayat
KOMPAS.com — Menjual barang secara online mungkin terlihat mudah. Penjual tinggal menaruh barang di dunia maya, kemudian orang-orang dari segala penjuru dapat melihat dan memesan barang.

Namun, perlu diingat, di Indonesia ada ribuan pulau yang dipisahkan lautan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi distribusi barang, apalagi pelabuhan dan sistem transportasi di Indonesia belum memuaskan.

Lippo Group sadar betul akan hal ini. "Distribusi barang selalu menjadi isu di Indonesia," kata Direktur Lippo, John Riady, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dikutip KompasTekno, Kamis (5/3/2015).

Tantangan pendistribusian barang tak serta-merta membuat Lippo Group ciut berkiprah di ranah online. Baru-baru ini, melalui unit usaha PT Matahari Department Store, Lippo menelurkan ritel online bernama "MatahariMall.com".

"Kami bakal jadi pemain e-commerce terbesar. Pasalnya, barang yang dibeli di MatahariMall.com bisa diambil di department store kami yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga tak perlu ruwet dengan pendistribusian yang ruwet," kata John menyambung pernyataan sebelumnya. Dengan investasi 500 juta dollar AS atau setara Rp 6,4 triliun, diharapkan usaha e-commerce tersebut dapat berjalan lancar.

Pasalnya, Indonesia tercatat sebagai negara keempat dengan populasi manusia terbanyak. Selain itu, peneliti dari Euromonitor International juga memprediksi industri e-commerce di wilayah Asia Tenggara bakal melonjak tiga kali lipat pada 2019.

Peluang besar e-commerce disetujui Adrian Suherman, Co-CEO aCommerce Indonesia. "Banyak orang kaya di luar Jakarta atau Jawa. Mereka tidak punya akses ke mall dan menemukan jaket berkualitas. Jadi, kalau kita punya e-commerce, mereka bakal beli online. Banyak sekali permintaan datang dari kota-kota luar Jawa," katanya.

Lazada dan Zalora, peritel online besar di Indonesia, mengaku bekerja sama dengan lebih dari empat jasa ekspedisi untuk mengatasi keruwetan distribusi barang. Salah satunya adalah JNE. Pihak Zalora mengatakan, saat ini gudang mereka baru ada di Jawa. Ke depannya, peritel ini akan mengekspansi gudang dan jaringan distribusinya ke kota-kota lain untuk mempermudah distribusi.

Perlu diketahui, JNE rata-rata mengirim 4 juta paket dari e-commerce per bulannya. Hampir setengah dari jumlah itu mengharuskan pengiriman ke luar Pulau Jawa.



Sumber Reuters

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X