Ekonomi Lesu, Badan Ekonomi Kreatif Didesak Pemerintah

Kompas.com - 09/09/2015, 17:18 WIB
Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, di acara Popcon Asia 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (7/8/2015). KOMPAS.com/RESKA K NISTANTOTriawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, di acara Popcon Asia 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (7/8/2015).
|
EditorReza Wahyudi
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf berjanji program-programnya akan mulai terealisasi tahun depan. Ia mengakui saat ini pemerintah terus mendesak agar Bekraf mulai melakukan terobosan untuk membangkitkan perekonomian nasional yang kian lesu.

"Tiap saat kami didesak untuk bekerja cepat. Tapi semuanya kan berproses. Tahun depan pasti sudah kelihatan," kata Triawan, Rabu (9/9/2015) pada acara peluncuran marketplace "Printerous Shop" di Artotel, Jakarta.

Tiga sektor industri kreatif yang akan menjadi fokus utama Bekraf adalah aplikasi digital, film, dan musik. Menurutnya, tiga lini tersebut yang tengah berkembang pesat saat ini.

Hal ini sesuai dengan perkataan Presiden Joko Widodo pada acara dialog komunitas kreatif beberapa saat lalu. "Ya memang, ekonomi tradisional kita perlu sentuhan aplikasi yang memudahkan mereka," katanya kala itu.

Jokowi kala itu mencontohkan aplikasi Go-Jek yang memudahkan tukang ojek mendapat penumpang dan sebaliknya. Jokowi berharap makin banyak inovasi teknologi yang mekanismenya serupa Go-Jek namun di sektor berbeda.

Pendiri Printerous Shop Kevin Osmond menjawab dorongan Presiden Jokowi. Lewat Printerous, kata dia, seniman visual bisa fokus berkarya saja. Selanjutnya Printerous yang memproduksi karya ke berbagai medium (baju, totebag, sarung bantal, dan lainnya) dan memasarkannya ke para pecinta seni visual.

"Kalau Go-Jek mendorong produktivitas tukang ojek, maka kami mendorong produktivitas para pelaku kreatif. Mereka nggak perlu modal. Cukup daftar karya dan akan diseleksi. Setelahnya para seniman bisa mendapat pendapatan pasif untuk setiap pembelian produk oleh pelanggan," Kevin menjelaskan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kolaborasi ini, Kevin optimis bisa turut mendongkrak perekonomian nasional yang sedang lesu. "Tahun depan, kami targetkan karya-karya para seniman bisa diekspor ke luar negeri. Dimulai dari kawasan Asia Tenggara," katanya.

Ide Kevin ditanggapi positif oleh Triawan. "Inisiasi seperti ini yang membuat kami bersemangat di Bekraf. Pekerja kreatif tentu juga lebih giat untuk berkarya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X