Samsung Untung Bukan Karena Android tapi Apple

Kompas.com - 08/10/2015, 11:48 WIB
|
EditorReza Wahyudi
KOMPAS.com - Raksasa elektronik Korea, Samsung baru saja mengumumkan prediksi kinerja bisnisnya yang untuk pertama kalinya mencatat keuntungan setelah berdarah-darah selama tujuh kuartal berturut-turut.

Pada kuartal ketiga 2015 ini, Samsung berharap bisa mendapat peningkatan laba usaha sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, menurut para analis, laba yang didapat Samsung tersebut ternyata bukan dipicu oleh bisnis smartphone Android-nya, melainkan bisnis chipset untuk perangkat mobile.

"Bisnis smartphone Samsung tidak memiliki peningkatan signifikan karena pasar yang sudah jenuh, tapi laba Samsung lebih banyak berasal dari bisnis chipset-nya," ujar analis seperti dikutip KompasTekno dari The Wall Street Journal, Kamis (8/10/2015).

Menurut para analis, bisnis chipset Samsung saat ini memiliki suplai yang tinggi dan strategi harga yang kompetitif. Analis memprediksi bisnis chipset Samsung berkontribusi sekitar separuh dari keuntungan total Samsung pada kuartal ketiga tahun ini.

Calon penyumbang terbesar keuntungan Samsung dari penjualan chipset adalah Apple. iPhone 6S yang mencatat rekor penjualan terbesar disebut bakal mengambil peranan penting bagi bisnis Samsung tahun 2015 ini. Apple memasang prosesor A9 di iPhone 6S yang dirakit oleh Samsung dan TSMC.

Selain ditunjang oleh bisnis chipset, penjualan komponen layar smartphone (display) kepada pabrikan-pabrikan ponsel China juga memiliki kontribusi yang signifikan bagi keuntungan Samsung.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Samsung memprediksi laba usahanya bakal mencapai 7,3 triliun Won (sekitar Rp 84 triliun) dari penjualannya yang sebesar 51 triliun won.

Pada kuartal ketiga tahun 2014 lalu, Samsung menghasilkan revenue 47,4 triliun won. Artinya tahun ini, revenue Samsung diprediksi naik sekitar 7 hingga 8 persen.

Sementara laba usaha Samsung setahun lalu juga mengecewakan, hanya 4,1 triliun won. Karena itu, di tahun ini Samsung memprediksi peningkatan year-on-year sekitar 78-80 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.