Kompas.com - 27/10/2015, 14:42 WIB
|
EditorOik Yusuf

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati Presiden Joko Widodo (Jokowi) batal mengunjungi Silicon Valley, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan mereka tetap melanjutkan perjalanan untuk menemui bos-bos perusahaan teknologi besar di sana.

Selain Menkominfo, ada tiga petinggi negara lain yang turut serta melanjutkan perjalanan. Mereka adalahMenteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Franky Sibarani.

Rencananya mereka akan sampai di Silicon Valley lusa atau Rabu (28/10/2015) waktu setempat.

"(Agenda) tetap berjalan sesuai jadwal," pungkas Rudiantara dalam pesan singkat kepada KompasTekno, Selasa (27/10/2015).

Semula, agenda Jokowi adalah ingin bertemu dengan sejumlah venture capitalist besar Amerika Serikat, antara lain Sequoia Capital, Accel, Kliener, Perkins Caufield Briers, Tiger Global, Andreessen Horowitz dan Coatue Management.

Ada juga agenda pertemuan dengan Facebook, Microsoft, Google, dan Apple. Di sela-sela agenda, sempat juga diselipkan jadwal kunjungan ke museum sejarah komputer dan Marvell Technology Group (MTG), salah satu perusahaan tenologi tersukses dunia yang didirakan pria keturunan Indonesia, Sehat Sutardja

Agenda lainnya adalah kunjungan ke inkubator Plug and Play, salah satu komunitas startup dan teknologi terbesar AS yang menyediakan konsultasi, inkubasi, akselerasi hingga mempertemukan pemilik usaha rintisan digital dengan investor.

Mencari Guru Startup

Dalam kesempatan berbeda, Menkominfo sempat menjelaskan bahwa pertemuan dengan perusahaan-perusahaan besar di pusat teknologi AS itu merupakan bagian dari usaha pengembangan ekonomi digital Indonesia.

Sejumlah bos startup yang sudah berdiri kuat dan berpotensi menjadi unicorn company diajak agar dapat saling bertukar pengetahuan, juga berkesempatan bertemu dengan venture capitalist di sana.

Bos startup tersebut adalah Nadiem Makarim, Ferry Unardi, William Tanuwijaya, Andrew Darwis, dan Emirsyah Satar. Selain itu, ada juga pegiat inkubator dan investor seperti Yansen Kamto dan Donald Wihardja.

Chief RA, sapaan akrab Rudiantara, juga menceritakan rencana pertemuan dengan inkubator di Silicon Valley adalah demi mencari mentor atau guru pembimbing startup.

"Kita beharap dari inkubator AS juga ada di sini, itu akan mempercepat proses inkubasi. Sebenarnya inkubasi gak bisnis-bisnis bener, karena fokusnya ke groom dan nurture agar startup sampai ke stage berikutnya," terangnya.

"Dan kita kurang mentor. Jadi kalau di sana mentoring itu sesuatu yang biasa, industry by itself. Dan kita mencoba menarik ke sini inkubator, terutama sistem mentoring-nya," pungkas Chief RA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.