Orang Indonesia Memang Rajanya Berbelanja Online!

Kompas.com - 10/12/2015, 07:59 WIB
Ilustrasi: Aplikasi Android Ilustrasi: Aplikasi Android
|
EditorLatief

KOMPAS.com – Bagi orang Indonesia ponsel bukan lagi alat komunikasi semata. Riset terbaru mendapati ponsel mamin menjadi sarana utama untuk mengakses internet. Dari aktivitas menjelajah dunia maya tersebut, berbelanja adalah salah satunya.

Laporan Nielsen Indonesia pada 2014 misalnya, menempatkan urusan traveling sebagai posisi teratas belanja online orang Indonesia lewat ponsel. Lebih dari setengah dari responden konsumen Indonesia membeli secara online tiket pesawat, sementara 46 persen lainnya memesan hotel dan biro perjalanan untuk jangka waktu hingga enam bulan ke depan.

Belanja online juga dilakukan untuk buku elektronik (e-book). Angkanya mencapai 40 persen. Selain itu rencana membeli pakaian, aksesori, atau sepatu dilakukan oleh 37 persen responden.

"Penetrasi telepon genggam pada populasi umum di wilayah perkotaan Indonesia telah mencapai 88 persen," ujar Executive Director, Consumer Insights, Nielsen Indonesia Anil Antony, dalam laporan itu.

Indonesia berada dalam urutan peringkat teratas secara global dalam hal penggunaan telepon genggam untuk berbelanja online bersama dengan Filipina, Vietnam dan Thailand. 

Lebih dari enam dari sepuluh responden konsumen Indonesia atau setara 68 persen menyatakan menggunakan telepon genggam untuk berbelanja online, dengan 58 persen responden mengaku juga memakai komputer untuk aktivitas yang sama. Adapun penggunaan tablet untuk belanja online diakui oleh 38 persen responden Nielsen.

Perilaku belanja

Sejauh ini, menurut Anil, kepemilikan ponsel merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh pada perilaku belanja pada konsumen.

"Meningkatnya kemakmuran, ketersediaan koneksitas dengan kecepatan tinggi dan penawaran-penawaran online yang semakin berkembang akan semakin memberikan pengaruh pada tahun-tahun ke depan," ujar dia.

Shutterstock Ilustrasi: Belanja online

Memasuki 2015, penelitian tersebut diamini kembali hasil riset Google bersama TNS Australia. Dalam riset itu terungkap, 50 persen pemilik smartphone di Indonesia menjadikan peranti tersebut sebagai peralatan telekomunikasi utama. Riset ini juga memaparkan situs paling laris dibuka di Indonesia adalah aplikasi belanja online, hiburan, dan travel.  

Tak heran, situasi itu memberikan peluang pada e-commerce yang terus tumbuh di Indonesia. Ini menjadi tantangan bagi peritel online dan pemilik jasa operator untuk memperluas basis konsumen mereka.

Salah satu situs belanja yang turut melihat peluang tersebut adalah Bukalapak.com. Situs web ini mencoba merebut hati calon pembeli dan penjual ritel antara lain dengan memberikan jaminan 100 persen uang kembali, ketika barang yang diterima konsumen tak sesuai penawaran online-nya.

Apakah Anda juga pembelanja online lewat ponsel?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X