Kompas.com - 11/12/2015, 13:41 WIB
|
EditorWicak Hidayat

"Total kami mencatat ada sekitar 15 juta download dengan lebih dari 200 judul yang dibuat. Untuk pemasukan memang kami mengambil dari iklan, sekarang pakai platform AdMob," ujarnya.

"Kalau di mobile, kita bikin paid atau in app purchase tapi itu cuma 1 persen saja rata-ratanya. Jalan satu-satunya kami menggunakan iklan. Pakai AdMob karena bisa filtering untuk anak-anak, jadi tidak ada iklan yang aneh-aneh," imbuh Andi.

Selain kedua developer tersebut, Google Developers Showcase Indonesia juga dihadiri oleh Cofounder dan COO Touchten, Rokimas Soeharyo serta Founder dan CEO PicMix, Calvin Kizana.

Riset Google

Google juga turut mempublikasikan penelitiannya mengenai minat pengguna terhadap game serta aplikasi berbayar di acara yang sama.

Riset kerjasama dengan TNS Australia itu menemukan bahwa hanya 34 persen pengguna layanan mereka mau membayar. Kisaran harga termahal yang masih mau mereka beli adalah Rp 48 ribu.

Penelitian itu juga mengungkap bahwa saat ini sudah cukup banyak orang Indonesia, terutama di kota-kota besar, yang memiliki smartphone. Setidaknya 2 dari 5 orang Indonesia sudah menggenggam gadget tersebut, atau sekitar 43 persen.

Aplikasi yang paling banyak dibeli adalah games. Kategori selanjutnya yang populer dan dibeli oleh pengguna adalah aplikasi hiburan, produktivitas, utilitas serta majalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.